News Update

BEI: Saham Syariah Masih Tumbuh Positif

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perkembangan pasar saham syariah di Indonesia masih terus mengalami pertumbuhan pada 2020 hingga dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan dalam kapitalisasi, jumlah saham syariah hingga jumlah investor.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, mengungkapkan, hingga akhir 2020 dari sisi kapitalisasi pasar saham syariah domestik telah mencapai Rp3,5 triliun atau setara 47,5%  dari total kapitalisasi yang dicatat oleh BEI. Menurutnya, hal ini mencerminkan bahwa antusiasme investor terhadap saham syariah sangat menjanjikan.

“Selama 5 tahun terakhir pasar modal syariah di Indonesia tumbuh positif dimana jumlah saham syariah mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 33% dari 318 saham syariah di akhir tahun 2015 menjadi 426 saham syariah  per 22 Januari 2021 atau sekitar 60% dari total saham yang tercatat di BEI,” ujar Inarno dalam sambutannya pada opening bell PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) di main hall BEI, Kamis 4 Febuari 2021.

Lebih lanjut Inarno mengatakan, dari sisi jumlah investor pada 2020 terjadi peningkatan 1.650% bila dibandingkan dnegan tahun 2015. Dirinya menyatakan, per Desember 2020 lalu, jumlah investor saham syariah mencapai 85.891 investor. Jumlah ini setara 5,5% dari total investor yang ada di BEI. Sementara itu dari total 51 saham baru yang tercatat di BEI pada tahun 2020 kemarin, sebanyak 38 merupakan saham syariah atau setara 74,5%.

“Artinya ruang untuk growth masih sangat besar sekali untuk investor saham syariah.
Dengan beberapa pencapaian itu Indonesia diakui sebagai pasar modal saham syariah terbaik di dunia,” pungkas Inarno. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

2 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

2 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

3 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

4 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

4 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

5 hours ago