Pasar Saham; IHSG menguat. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku, upaya mendorong diversifikasi aset perbankan ke instrumen investasi pasar modal bukan sebagai strategi bersaing dengan industri perbankan.
Justru saat ini banyak nasabah prioritas perbankan menjadikan instrumen investasi sebagai pelengkap, khususnya untuk jangka panjang.
“Sebenarnya pasar modal bukan pesaing industri perbankan, tetapi justru menjadi pelengkap untuk berinvestasi,” kata Direktur BEI, Nicky Hogan di Gedung BEI Jakarta, Jumat, 4 Maret 2016.
Diapun berharap, upaya PT Bank Syariah Mandiri dan PT Mandiri Sekuritas yang berupaya mendiversifikasi simpanan perbankan ke instrumen produk investasi syariah bisa diikuti lembaga perbakan lainnya.
“Supaya langkah BSM dan Mandiri Sekuritas bisa ditiru bank lain,” ucapnya.
Perlu diketahui, Mandiri Sekuritas dan Bank Syariah Mandiri tengah fokus beraliansi memperluas layanan investasi saham syariah dengan mengoptimalkan basis nasabah dan jaringan distribusi Grup Bank Mandiri.
Nicky mengungkapkan, saat ini nasabah perbankan tengah melirik instrumen investasi di pasar modal, terkait upaya mendiversifikasi dana deposito perbankan.
“Kebutuhan masyarakat bukan hanya menabung, tetapi juga perlu berinvestasi,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, guna mendorong pergeseran dana deposito ke instrumen investasi, maka BEI bersama lembaga jasa keuangan akan lebih agresif melakukan edukasi dan sosialisasi ke publik. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More