Categories: Market Update

BEI Optimis Jumlah Investor Bertambah 200 Ribu di 2016

Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan penambahan jumlah investor sebanyak 200 ribu di tahun 2016. Jumlah tersebut meningkat hampir 50% dari posisi tahun lalu, dimana investor pasar modal baru tercatat sebanyak 434 ribu.

“Bursa optimis bisa menjaring 200 ribu investor baru di tahun ini, atau meningkat hampir 50% dari total investor di 2015 yang tercatat. sebanyak 434 ribu,” kata Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan di Jakarta, Rabu, 17 Febuari 2016.

‎BEI sendiri optimis target tersebut dapat tercapai, mengiat jumlah investor belum lama ini telah mengalami peningkatan menjadi 450 ribu orang, dari raihan tahun lalu yang mencapai 434 ribu investor.

Adapun penambahan 200 ribu invest‎or, disebutkannya akan berasal dari investor saham (equity), reksa dana, dan produk pasar modal yang lainnya. Namun, otoritas meyakini penambahan investor dari produk reksa dana akan jauh lebih besar peningkatannya, bila dibanding dengan penambahan investor dari produk yang lainnya.

‎”Penambahan 200 ribu investor itu dari equity, reksa dana dan lain-lain, mungkin lebih besar (reksa dana),” terang Nicky.

Sekedar informasi, sebelumnya PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, jumlah investor saham sendiri mengalami kenaikan sebesar 19% dari 364.465 per akhir Desember 2014 menjadi 433.607 per 28 Desember 2015.

Kenaikan tersebut merupakan kenaikan tertinggi sejak kewajiban penerapan kepemilikan Single Investor Identification (SID) diterapkan di pasar modal Indonesia pada 2012.

Direktur Utama KSEI, Margeret M. Tang menyampaikan, peningkatan jumlah investor tersebut merupakan hasil dari upaya yang telah dilakukan KSEI, dengan dukungan dan kerjasama yang baik dari OJK, BEI, KPEI, Perusahaan Efek, akademisi maupun Emiten. Karenannya, program kerja sama dengan Perusahaan Efek dan Emiten serta akademisi akan kembali digencarkan di tahun mendatang.

“Karena program seperti ini efektif menarik minat masyarakat untuk mengenal investasi di pasar modal. Program yang dijalankan mencakup pembukaan rekening Efek yang dilanjutkan dengan sesi edukasi, khususnya mengenai Fasilitas AKSes,” ujar Margeret. (*) Dwitya Putra

Paulus Yoga

Recent Posts

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

36 mins ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

1 hour ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

1 hour ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

2 hours ago

Danamon Pede AUM Tumbuh 20 Persen di 2026, Ini Pendorongnya

Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More

3 hours ago