Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sambut positif atas terpilihnya Kepala Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di jajaran Dewan Komisioner untuk periode 2017-2022, setelah berhasil lolos dari uji kepatutan dan kelayakan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengatakan, bahwa Nurhaida sudah sangat cocok untuk mengurusi kembali dunia pasar modal. Sebab, dia menganggap Nurhaida punya banyak pengalaman di dunia pasar modal.
“Kalau di pasar modal sendiri bu Nurhaida itu sudah sangat berpengalaman kita lihat beliau dapat suara mutlak ya di DPR jadi 54 ya, dari posisi 58 yang memberi suara. Jadi DPR me-support,” ungkap Samsul, di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 9 Juni 2017.
Meski begitu, kata Samsul, nama yang terpilih sudah sangat cocok untuk mewakili kursi jabatan penting yang ada di OJK. “Tapi, kita kan belum tahu tempatnya,” papar Samsul.
Meski Samsul tidak lolos untuk menempati kursi DK OJK, tapi dia yakin banyak orang-orang hebat yang akan duduk di sana.
Komisi XI DPR memilih enam orang anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK), usai melalui proses uji kelayakan dan kepatutan. Mereka dipilih untuk mendampingi Wimboh Santoso yang telah ditetapkan menjadi Ketua DK-OJK untuk masa jabatan 2017-2022.
Keenam anggota yang dipilih oleh Komisi XI DPR RI adalah Riswinandi, Heru Kristiyana, Nurhaida, Hoesen, Ahmad Hidayat, dan Tirta Segara.
Para anggota DK-OJK terpilih ini mendapatkan suara yakni Nurhaida 54 suara, Tirta Segara 51 suara, Riswinandi 50 suara, Heru Kristiyana 39 suara, Hoesen 34 suara, dan terakhir adalah Ahmad Hidayat dengan 22 suara. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh The Finance Team MASIHKAH Indonesia berlandaskan hukum? Pertanyaan itu kembali muncul dalam setiap diskusi… Read More
Poin Penting Kabar AS keluar dari PBB memicu tanda tanya publik, mengingat AS merupakan salah… Read More
Poin Penting Investasi kripto kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan dugaan penipuan yang dilayangkan ke… Read More
Poin Penting Kapal ikan IB FISH 7 diserang bajak laut di perairan Gabon, sembilan awak… Read More
Poin Penting Produksi minyak Pertamina berhasil mencapai target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.… Read More
Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More