Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, ada beberapa klub sepak bola nasional yang ingin mencari dana segar lewat pasar modal melalui jalur penawaran umum perdana saham (IPO).
Meski demikian, minat dari klub bola tersebut masih terhambat oleh masalah laporan keuangan yang memasukkan pemain sebagai beban operasi di neraca keuangan.
Baca juga: Tak Taat GCG, Emiten Diminta Hengkang dari BEI
“Klub sepak bola beli pemain kalau masuknya langsung expense (biaya), lalu setiap bulan jadi expense, ya enggak bakal untung,” ungkap Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu 8 Maret 2017.
Menurut Tito, pemain bola seharusnya masuk ke dalam aset pembukuan keuangan. Pasalnya, klub sepak bola bisa meraih keuntungan pada saat nilai pemain yang dijual meningkat harganya di kemudian hari. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More