Market Update

BEI Kembali Lanjutkan Pertemuan dengan MSCI, Ini Hasilnya

Poin Penting

  • BEI mengajukan poin tambahan ke MSCI, yakni penerbitan shareholders concentration list untuk saham dengan kepemilikan terkonsentrasi.
  • Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal, dengan mengadopsi praktik bursa global seperti Hong Kong.
  • Detail hasil pertemuan BEI-MSCI bersifat rahasia, sementara sebelumnya BEI telah mengusulkan peningkatan klasifikasi investor, keterbukaan kepemilikan saham, dan kenaikan free float.

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggelar pertemuan lanjutan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Selasa, 11 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan transparansi pasar modal Indonesia.

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, BEI mengajukan satu poin tambahan kepada MSCI, melengkapi tiga proposal yang sebelumnya telah disampaikan pada pertemuan 2 Februari 2026.

Poin tambahan yang diajukan BEI adalah rencana penerbitan shareholders concentration list, yakni daftar saham yang terindikasi memiliki kepemilikan pemegang saham yang terkonsentrasi.

“Kami juga akan menerbitkan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi yang juga sudah diterapkan di Hongkong,” ucap Jeffrey dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Baca juga: BEI Kembali Bernegosiasi dengan MSCI pada Rabu (11/2), Ini Poin yang Bahas!

Jeffrey menegaskan, langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen BEI untuk memperkuat transparansi dan integritas pasar modal nasional dengan mengadopsi praktik terbaik dari bursa global.

Hasil Pertemuan Bersifat Rahasia

Meski demikian, Jeffrey tidak memerinci hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa BEI dan MSCI telah sepakat untuk menjaga kerahasiaan detail hingga kesimpulan pertemuan.

“Oleh karena itu, kami akan menyampaikan hal-hal yang bersifat umum dan tidak pada detail dan kesimpulan pertemuan,” imbuhnya.

Baca juga: Setelah MSCI, Kini Giliran FTSE Russell Tunda Review Indeks Saham RI

Adapun, BEI sebelumnya telah mengajukan proposal dengan tiga poin utama, pertama penyempurnaan klasifikasi investor di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dari 9 kategori dalam struktur Single Investor Identification (SID) menjadi 28 subkategori investor. 

Lalu poin kedua, perluasan keterbukaan informasi terkait kepemilikan saham dengan perincian data pemegang saham yang tidak lagi terbatas pada kepemilikan di atas 5 persen keterbukaan ini akan mencakup kepemilikan saham di atas 1 persen guna meningkatkan transparansi pasar.

Poin ketiga terkait dengan peningkatan ketentuan minimum free float untuk mempertahankan status sebagai perusahaan tercatat. Ketentuan ini akan dinaikkan secara bertahap dari saat ini sebesar 7,5 persen menjadi 15 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Perluas Partisipasi Publik, PT SMI Siap Terbitkan Obligasi hingga Rp10 Triliun di 2026

Poin Penting PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) akan menerbitkan obligasi Rp8–Rp10 triliun sepanjang 2026… Read More

1 hour ago

Peluncuran Produk GEN Syariah Perlindungan Aman

Generali Indonesia resmi luncurkan GEN Syariah Perlindungan Aman, yang merupakan produk perlindungan jiwa berbasis syariah… Read More

3 hours ago

Jawab Tantangan Inflasi, Generali Hadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman

Poin Penting GEN Syariah Perlindungan Aman menawarkan santunan jiwa yang bertumbuh hingga 250 persen serta… Read More

8 hours ago

Bahlil Pastikan Pertalite Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

Poin Penting Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tetap meski konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran… Read More

10 hours ago

Jurus Jenius Genjot Transaksi di Momen Libur Panjang

Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More

13 hours ago

Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, OJK Beberkan Dampaknya ke Pasar Keuangan RI

Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More

14 hours ago