Market Update

BEI Kembali Bernegosiasi dengan MSCI pada Rabu (11/2), Ini Poin yang Bahas!

Poin Penting

  • BEI bersama SRO dan OJK akan kembali bertemu MSCI pada 11 Februari 2026 untuk membahas tindak lanjut hasil konsultasi free float assessment
  • Kategori investor di KSEI akan diperluas dari 9 menjadi 28 subkategori guna meningkatkan akurasi struktur kepemilikan
  • Ketentuan minimum free float dinaikkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen secara bertahap, lengkap dengan target antara dan pendampingan bagi emiten.

Jakarta – Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyebut akan melanjutkan pertemuan dengan indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk membahas perkembangan pasar pada Rabu, 11 Februari 2026.

Jeffrey menyatakan, pertemuan tersebut adalah tindak lanjut atas pertemuan dengan MSCI pada 2 Februari 2026 yang membahas terkait hasil konsultasi free float assessment.

“Tanggal 5 Februari tim dari Indonesia, dalam hal ini SRO dan OJK, telah mengirimkan proposal ke MSCI dan pertemuan lanjutan di level teknis akan dilakukan kembali pada hari Rabu ini, tanggal 11 Februari 2026,” ucap Jeffrey dalam Konferensi Pers di Gedung BEI Jakarta, 9 Februari 2026.

Baca juga: BEI Ungkap 5 Saham Penyebab IHSG Turun Tajam Pekan Ini

Tiga Poin Pembahasan

Ada tiga poin pembahasan dalam pertemuan BEI dan MSCI. Pertama, penyempurnaan klasifikasi investor di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). BEI bersama KSEI melakukan pengembangan struktur Single Investor Identification (SID) dari semula sembilan kategori menjadi 28 subkategori investor.

“Langkah ini bertujuan menyediakan informasi struktur kepemilikan yang lebih rinci dan akurat,” imbuhnya.

Kedua, perluasan keterbukaan informasi terkait kepemilikan saham. Jika sebelumnya perincian data pemegang saham hanya mencakup kepemilikan di atas 5 persen, ke depan transparansi tersebut akan diperluas hingga kepemilikan di atas 1 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar.

Ketiga, peningkatan ketentuan minimum free float sebagai syarat mempertahankan status perusahaan tercatat. BEI akan menaikkan batas minimum free float secara bertahap dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Baca juga: BSI Siap Tingkatkan Free Float Saham Jadi 15 Persen

Penerapan kebijakan tersebut dilakukan secara bertahap dengan penetapan target antara pada setiap fase, disertai pemantauan serta pendampingan berkelanjutan bagi perusahaan tercatat.

Peningkatan minimum free float menjadi 15 persen ini merupakan bagian dari penyesuaian terhadap Peraturan No. I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham yang diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

IHSG Sesi I Ditutup Menguat, Kembali Sentuh Level 8.000

Poin Penting IHSG sesi I (9/2) ditutup naik 0,98 persen ke level 8.012,81 dari pembukaan… Read More

54 seconds ago

Survei BI: Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 Naik Jadi 127,0

Poin Penting IKK Januari 2026 naik ke 127,0 (dari 123,5), mencerminkan keyakinan konsumen yang tetap… Read More

2 hours ago

Bank KBMI 4 Main Universal Banking, Tetap Dominan tapi Makin Homogen

Poin Penting Total aset empat bank besar (Mandiri, BRI, BCA, BNI) mencapai Rp6.696,52 triliun atau… Read More

2 hours ago

BRImo Cetak 5,6 Miliar Transaksi di 2025, Nilainya Tembus Rp7.057 Triliun

Poin Penting Sepanjang 2025, BRImo melayani 5,60 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp7.057 triliun, tumbuh… Read More

2 hours ago

OJK Sanksi Emiten REAL dan PIPA usai Langgar Aturan Pasar Modal

Poin Penting OJK menjatuhkan sanksi administratif kepada PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL), PT Multi… Read More

3 hours ago

IHSG dan Kurs Rupiah Tumbang: Paradoks Pertumbuhan Ekonomi

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga PELEMAHAN nilai tukar rupiah terjadi secara berkelanjutan sejak… Read More

4 hours ago