Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEl) bersama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada hari ini (6/3) telah menggelar Penghargaan Galeri Investasi BEI 2024.
Penghargaan Galeri Investasi 2024 menjadi salah satu wujud apresiasi kepada Galeri Investasi BEI beserta Anggota Bursa (AB) Mitra GI BEI di seluruh Indonesia yang telah berkontribusi dalam memperluas informasi pasar modal di lingkungan perguruan tinggi dan sekitarnya.
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Sunandar menyampaikan apresiasi kepada para pembina galeri investasi yang telah berdedikasi dalam membimbing para investor muda.
“Anda telah menjadi pionir dalam membuka pintu bagi generasi penerus menjadi lebih terlibat aktif dalam investasi pasar modal,” ucap Sunandar dalam sambutannya di Jakarta, 6 Maret 2024.
Baca juga: Per Maret 2024, BEI Catat Dana IPO Tembus Rp3,45 Triliun
Ada ajang Penghargaan Galeri Investasi BEI 2024, kali ini terdapat delapan kategori penilaian. Pertama, kategori galeri investasi BEI teraktif yang dinilai berdasarkan jumlah kegiatan terbanyak selama periode penilaian di tingkat SMA atau SMK.
Kedua dan ketiga, kategori galeri investasi BEI non perguruan tinggi teraktif, kategori galeri investasi BEI per provinsi teraktif, dinilai berdasarkan jumlah kegiatan, penambahan rekening efek, nilai transaksi, serta keaktifan kerja sama dengan BEI dan Anggota Bursa.
Keempat, kategori galeri investasi syariah BEI teraktif, dinilai berdasarkan dinilai berdasarkan jumlah kegiatan, penambahan rekening efek, nilai transaksi, keaktifan kerja sama dengan BEI dan Anggota Bursa, serta kedisiplinan pelaporan melalui fitur regional development information system (RDIS).
Kelima, galeri investasi BEI dengan kategori aktivitas kegiatan edukasi teraktif, dinilai berdasarkan kegiatan terbanyak selama periode penilaian.
Baca juga: 42 Finalis Puteri Indonesia 2024 Geruduk BEI, Ada Apa?
Keenam, galeri investasi BEI dengan kategori penambahan jumlah rekening efek teraktif yang dinilai berdasarkan penambahan jumlah rekening efek teraktif dinilai berdasarkan penambahan jumlah rekening efek terbanyak selama periode penilaian.
Ketujuh, galeri investasi BEI dengan kategori nilai transaksi teraktif yang dinilai berdasarkan transaksi terbanyak selama periode penilaian.
Terakhir, kategori Anggota Bursa Mitra Galeri Investasi BEI teraktif yang dinilai berdasarkan jumlah mitra galeri investasi BEI, pembukaan rekening efek, nilai transaksi dan kegiatan yang dilakukan selama periode penilaian. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More
Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More
Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More