Poin Penting
- IHSG menguat 0,18 persen pada periode 4-8 Mei 2026 dan ditutup di level 6.969,39.
- Saham MORA, BBRI, BBCA, BMRI, dan TLKM menjadi pendorong utama penguatan IHSG sepanjang pekan.
- Aktivitas perdagangan saham meningkat signifikan, ditopang lonjakan volume, nilai, dan frekuensi transaksi harian.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan pertama Mei 2026, tepatnya periode 4-8 Mei, menguat 0,18 persen dan ditutup di level 6.969,39 dari posisi 6.956,80 pada pekan lalu.
Sejalan dengan penguatan tersebut, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut meninngkat 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun, dibandingkan Rp12.382 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Sepekan Naik 0,18 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.406 Triliun
BEI mencatat terdapat lima saham yang menjadi top leaders atau penopang utama penguatan IHSG sepanjang pekan ini.
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) memberikan 50,04 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 59,24 persen
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang 42,34 poin ke IHSG, dengan kenaikan harga saham 9,03 persen
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memberikan 30,45 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 5,56 persen
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang kenaikan IHSG 18,78 poin, dengan harga saham yang menguat 5,47 persen
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memberikan 15,66 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 5,34 persen.
Aktivitas Perdagangan Meningkat
Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI yang melonjak 23,57 persen menjadi 45,86 miliar lembar saham, dari 37,11 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian naik 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun dibandingkan Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Ditutup Ambles 2,86 Persen, Tinggalkan Level 7.000
Lalu dari sisi frekuensi, rata-rata transaksi harian meningkat 9 persen menjadi 2,55 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,34 juta kali transaksi.
Adapun pada perdagangan Jumat (8/5), investor asing mencatatkan nilai beli bersih atau net buy sebesar Rp11,42 triliun. Meski demikian, sepanjang 2026 investor asing masih membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp37,61 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


