BEI Catat 22 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Beraset Jumbo

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa per 3 Januari 2025 sebanyak 22 perusahaan akan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) telah masuk ke dalam pipeline pencatatan saham BEI.

Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyebut, 19 dari 22 perusahaan merupakan perusahaan dengan aset skala besar, yakni di atas Rp250 miliar.

“Hingga saat ini, terdapat 22 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ucap Nyoman dikutip, 6 Januari 2024.

Lalu, tiga perusahaan lainnya berasal dari perusahaan dengan aset skala menengah dan aset skala kecil yang mana masing-masing terdapat dua dan satu perusahaan.

Baca juga: Bos Tugu Insurance Tatang Nurhidayat Tambah Kepemilikan Saham TUGU

Kemudian, dari sisi sektor, sektor konsumer non-siklikal masih mendominasi pipeline IPO BEI sebanyak lima perusahaan. Perusahaan tersebut berasal dari sektor bahan baku, energi, kesehatan, dan sektor industrial yang terdapat masing-masing tiga perusahaan.

Adapun, sisanya dari sektor keuangan dan properti yang sebanyak dua perusahaan, serta sektor konsumer satu perusahaan. 

Baca juga: Bos BEI Pede IPO 2025 Bakal Ramai, Ini Pendorongnya

Sebagai informasi, pekan kedua Januari 2025 BEI bakal kedatangan lima perusahaan yang akan melakukan aksi IPO.

Kelima perusahaan tersebut adalah PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX), dan PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) yang dijadwalkan akan melantai di Bursa pada 8 Januari 2025.

Kemudian, keesokan harinya, tepat pada 9 Januari 2025, disusul perusahaan lainnya, yakni PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) dan PT Hero Global Investment Tbk (HGII). (*)

Baca juga: ADRO Umumkan Kurs Konversi Dividen Interim 2024, Segini per Sahamnya

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Presiden Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wamenkeu untuk sisa masa jabatan 2024–2029 melalui Keppres… Read More

5 mins ago

DPLK Avrist Targetkan Nasabah Tumbuh 15 Persen di 2026

Poin Penting DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan nasabah 15% hingga akhir 2026 dari total lebih 29… Read More

19 mins ago

Kondisi Menantang, Begini Stategi Bisnis Bank Mandiri pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More

29 mins ago

IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen ke Posisi 8.103

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More

46 mins ago

Tragedi Siswa SD di NTT: Potret Gelap Masalah Keuangan Keluarga

Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More

56 mins ago

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp56,3 Triliun pada 2025

Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More

2 hours ago