Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim terus membukukan rekor pencapaian positif di sepanjang 24 tahun perjalanannya. Salah satunya adalah rekor pencapaian frekuensi tertinggi sepanjang masa kemarin dengan pencapaian 377.132 kali transaksi.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan jumlah tersebut melebihi pencapaian tertinggi pada 10 Juli 2014 silam sebanyak 373.249 kali transaksi.
“Pencapaian rekor ini menunjukkan bahwa BEI memiliki likuiditas yang terbaik di tahun ini dibandingkan dengan bursa-bursa lain di kawasan Asia Tenggara,” ujar Tito di Jakarta, Kamis, 14 Juli 2016.
Dengan pencapaian ini, lanjut Tito, pihaknya terus berupaya untuk menjadi Bursa terbesar di Asia Tenggara pada 2020 mendatang.
Berdasarkan data World Federation Exchange di 2015, Bursa Thailand membukukan rata-rata frekuensi harian sebesar 368 ribu kali, Bursa Malaysia 153 ribu kali, dan Bursa Filipina 53 ribu kali transaksi.
Selain itu, pada penutupan perdagangan hari kemarin juga tercipta rekor baru terkait salah satu emiten di BEI, yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Kapitalisasi pasar emiten dengan kode saham TLKM ini mencapai Rp429,4 triliun atau yang tertinggi sepanjang sejarah sahamnya tercatat di BEI.
BEI juga mencatat total pembelian bersih oleh investor asing di pasar saham domestik sejak awal tahun hingga hari ini telah mencapai Rp17,96 triliun. Optimisme investor asing telah pulih setelah mencatat penjualan bersih sebesar Rp22,59 triliun di sepanjang tahun lalu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,67% atau 34,40 poin ke level 5.133,93 poin. Jumlah tersebut adalah yang tertinggi di tahun ini dan telah menguat 11,8% sejak awal 2016. Nilai transaksi perdagangan hari ini sebesar Rp7,68 triliun, juga melampaui rata-rata nilai transaksi harian sekitar Rp5,84 triliun. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More