Ilustrasi: BEI membuka suspensi atas saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)/ Erman Subekti
Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi I hari ini (15/11) kembali membuka suspensi atas saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang sebelumnya dihentikan sementara sejak Kamis (9/11).
Hal tersebut diinformasikan melalui pengumuman BEI yang telah ditandatangani oleh P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Endra Febri Styawan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, Pande Made Kusuma Ari A.
Baca juga: BEI Buka Suspensi, Saham BREN Siang Ini Menguat 1,44 Persen
“Maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 15 November 2023,” tulis Pengumuman BEI dikutip, 15 November 2023.
Berdasarkan pembukaan suspensi tersebut, saham CUAN hingga penutupan perdagangan sesi I pukul 12.00 WIB tercatat melemah 1,07 persen menjadi Rp6.925 per saham dari dibuka pada level Rp7.000.
Baca juga: Pasar Modal Indonesia Masih Bergairah, Ini Buktinya
Saham CUAN sejak pembukaan perdagangan memang cenderung bergerak terkoreksi dalam rentang harga Rp6.600 sebagai level terendahnya hingga Rp7.050 di level tertingginya.
Di mana, nilai transaksi saham CUAN tercatat Rp109,75 miliar, dengan frekuensi sebanyak sembilan ribu kali, dan volume perdagangan mencapai 16,04 juta saham. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More