Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan perdagangan (suspensi) 10 saham emiten, dimana delapan diantaranya berstatus perpanjangan suspensi.
Adapun delapan emiten yang suspensinya diperpanjang terdiri atas PT Bara Jaya Internasional Tbk (ATPK), PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB), PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN), PT Cakra Mineral Tbk (CKRA), PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)dan PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA).
Sedangkan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) dan PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) berstatus baru terkena suspensi sejak sesi I Perdagangan Efek hari ini.
Berdasarkan data yang dipublikasi BEI, Senin, 2 Juli 2018, dari kesepuluh emiten itu, SCPI menjadi emiten dengan suspensi paling lama yaitu sejak 1 Februari 2013. Tidak jauh beda dengan TRUB yang terkena suspensi sejak 1 Juli 2013.
Landasan dijatuhkannya suspensi terhadap seluruh saham dimaksud secara umum adalah terkait prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Baca juga: IHSG Diprediksi Kembali Menguat
Belum menyampaikan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2017 dan atau belum melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan.
Mengacu pada ketentuan II.6.4 Peraturan Nomor I-H tentang Sanksi, Bursa melakukan suspensi apabila mulai hari kalender ke-91 sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan keuangan, Perusahaan Tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan.
Atau perusahaan tercatat dimaksud sudah menyampaikan laporan keuangan namun tidak memenuhi kewajiban untuk membayar denda sebagaimana dimaksud dalam ketentuan II.6.2 dan II.6.3 Peraturan Pencatatan Nomor I-H tentang Sanksi. (*)
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More