Indeks saham; Ditopang sektor finance dan properti. (Foto: Budi Urtadi).
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan mengaktifkan kembali produk derivatif LQ45 Futures pada pekan depan. Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya pihak bursa dalam menambah produk yang diperdagangan di BEI.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya mengatakan, produk tersebut menarik karena memberikan keuntungan lebih ke investor.
“Minggu depan kita semua tahu ada satu produk lagi dimunculkan yaitu di kontrak berjangka indeks khususnya underlying LQ45 Futures. Ini sangat angat menarik investor, kenapa, mereka bisa melakukan short posisi di indeks. Sedangkan di equity spot kan nggak bisa. Mereka nggak bisa short selling, itu memang dinanti investor,” ujarnya di Jakarta, Senin, 25 Januari 2016.
Keuntungan lain, kata Alpino produk tersebut merupakan sarana untuk lindung nilai. Jadi, ketika pasar sedang tidak baik investor dapat meredam kerugiannya.
Dengan kontrak berjangka indeks, mereka bisa melakukan hedging atau lindung nilai terhadap posisi portofolio yang sudah ada.
“Misal market lagi turun, jadi dia nggak mau hilang mereka melakukan short di LQ45 Futures untuk menjaga nilai portofolio tetap stabil disitu karena turun portofolio tapi kan dapat kaver dengan gain short di LQ45 Futures,” jelasnya.
Dia mengatakan, saat ini telah terdapat 10 Anggota Bursa (AB) yang berminat menjadi fasilitator perdagangan LQ 45 Futures.
”9 AB sudah minat, dan sekarang bertambah Panin sudah ajukan, ke depan pasti tambah karena mereka wait and see karena pernah diluncurkan tapi nggak jalan, ” tutupnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More