Keuangan

Begini Strategi Tokio Marine Genjot Premi di Tengah Tren Penurunan Penjualan Mobil Baru

Jakarta – PT Tokio Marine Indonesia (TMI) sebagai salah satu perusahaan asuransi umum mencatat gross written premium atau pendapatan premi di semester I 2024 sebesar Rp1,11 triliun atau turun 1,1 persen dari tahun sebelumnya Rp1,30 triliun.

Chief Distribution Officer TMI, Muhammad Ali, mengatakan bahwa, penurunan pendapatan premi tersebut masih disebabkan oleh penurunan penjualan mobil baru yang menurun hingga 14 persen.

“Gross written premium kita sedikit menurun dibanding enam bulan tahun sebelumnya tapi penurunnya tidak besar hanya 1,1 persen dan ini masih kelanjutan dari penurunan new car sales di tahun ini itu mencapai 14 persen, namun penurunan kita hanya 1,1 persen. Artinya, kita masih bisa tumbuh di lini-lini bisnis lainnya,” ucap Ali dalam penjelasannya di Jakarta, 20 Agustus 2024.

Baca juga: Asuransi Tokio Marine Luncurkan Produk UKM Partner, Bidik 50.000 Nasabah

Ali turut menjelaskan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi bahwa penurunan penjualan mobil baru itu masih akan terus berlanjut hingga akhir tahun dan akan berdampak pada kinerja pendapatan premi TMI yang diperkirakan masih akan menurun.

“Tapi gapnya mudah-mudahan kita bisa antisipasi seperti tadi ditanyakan, yaitu dengan produk UMKM ini. Jadi pada saat penjualan mobil menurun, sehingga asuransi mobil menurun, kami coba tutup gapnya dengan produk UMKM ini,” imbuhnya.

Langkah untuk memperkecil jarak penurunan dari gross written premium tersebut melalui peluncuran produk asuransi kerugian, yakni UKM Partner yang diharapkan mampu meraih lebih dari 50.000 nasabah pelaku usaha UMKM dalam waktu tiga tahun ke depan.

Tidak hanya penurunan pendapatan, TMI juga masih mencatatkan penurunan pada hasil underwriting sebesar 18,5 persen menjadi Rp312 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp383 miliar.

“Jadi kita juga di enam bulan pertama ini memang mengalami beberapa major claim, tapi tidak apa-apa itu memang fungsinya sebuah asuransi, tapi itu kita masih bisa menghasilkan underwriting result sebesar Rp312 miliar. Nah, klaim-klaim ini nanti akan kita analisa dan kemudian kita akan improve untuk risknya ya, jadi nanti tahun-tahun ke depan dia akan lebih baik,” ujar Ali.

Baca juga: Asuransi Kendaraan Pihak Ketiga Berlaku Mulai Januari 2025, Begini Tanggapan Asuransi Astra

Berbeda dengan gross written premium dan underwriting result, TMI mencatatkan pertumbuhan investment result yang tumbuh 25,9 persen menjadi Rp66 miliar di semester I 2024 dari Rp52 miliar tahun sebelumnya.

“Nah ini masih menunjukkan tren positif diakibatkan oleh perubahan strategi yang kita lakukan di tahun sebelumnya. Sehingga investment result kita di enam bulan pertama tahun 2024 masih tumbuh sebesar 25,9 persen,” tambahnya. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

29 mins ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

59 mins ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

2 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

2 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

2 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

3 hours ago