Surabaya – Meningkatnya transaksi digital harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan di masyarakat. Sayangnya tingkat literasi keuangan di Indonesia masih rendah, apalagi dikalangan generasi muda. Di samping tingkat literasi yang masih rendah, financial fitness index masyarakat Indonesia pun masih rendah yakni di angka 37,72%.
Untuk mendorong tingkat literasi keuangan generasi muda, OCBC NISP meresmikan Financial Fitness Gym di Surabaya pada 10 Desember 2021. Kantor cabang dengan konsep seperti suasana nge-gym ini, memberikan kesempatan kepada generasi muda selain bertransaksi keuangan juga bisa melakukan beberapa latihan fisik.
Jenny Hartanto, National Network Head OCBC NISP mengungkapkan, bahwa di Financial Fitness Gym ini nasabah yang sebagian besar anak muda dapat mengeksplor kemampuan finansial dengan nyaman, sambil memperoleh edukasi dan solusi keuangan.
“Dengan menyasar anak muda, diharapkan akan merubah mind set mereka menjadi Financial Fit dulu, Crazy Rich kemudian,” ujar Jenny dalam keterangannya 10 Desember 2021.
Surabaya menjadi pilihan OCBC NISP untuk membuka Financial Fitness Gym yang pertama di Indonesia dengan pertimbangan angka index pembangunan manusia dan angka pertumbuhan ekonomi Surabaya relatif tinggi. “Sayang bila hal ini tidak diikuti dengan literasi keuangan yang baik,” tambah Jenny.
Financial Fitness Gym yang pertama di Indonesia dan berlokasi Ciputra Mall, Surabaya ini diresmikan oleh Andrae Krishnawan W dan Ka Jit, keduanya Direktur OCBC NISP serta Jenny Hartanto. Pada 2022 OCBC NISP menargetkan membuka Financial Fitness Gym di Jakarta. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More