Keuangan

Begini Strategi Jalin Hadapi Lonjakan Transaksi Keuangan Digital Saat Lebaran 2024

Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), sub holding dari perusahaan BUMN PT Danareksa, mengungkapkan akan ada peningkatan jumlah transaksi selama periode Lebaran 2024.

Data memprediksi kalau tahun ini, akan ada kenaikan angka transaksi sebesar 26,24 persen secara year on year (yoy) dari 108 juta transaksi pada 2023 lalu menjadi 137 juta transaksi.

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji menyatakan, lonjakan transaksi keuangan ini diprediksi terjadi pada 4-16 April 2024. Diperkirakan, transaksi melalui berbagai macam kanal pembayaran akan meningkat. Penggunaan ATM, Debit, serta QRIS oleh masyarakat akan naik dibandingkan rata-rata harian tahun 2024.

“Jalin telah mempersiapkan seluruh seluruh layanan operasional baik transaksi yang menggunakan layanan digital maupun optimasi layanan ATM Link untuk menopang lonjakan transaksi member kami di sektor perbankan maupun fintech,” ujarnya pada Senin, 25 Maret 2024.

Baca juga: Cara dan Syarat Tukar Uang Baru Lebaran 2024 via Laman PINTAR BI

Dan semakin cepatnya proses digitalisasi di Indonesia, orang-orang semakin mudah untuk memenuhi kebutuhan mereka melalui transaksi digital. Ario mengatakan, pihaknya sudah mengawasi beberapa aspek yang berpotensi menghambat transaksi digital.

“Yang harus kita antisipasi adalah serangan siber dan juga penyalahgunaan sistem. Contohnya, (peristiwa) QRIS Masjid dan lainnya, yang sifatnya bukan sistem, tapi yang modelnya human fraud atau social engineering ini masih patut diwaspadai,” tutur Ario.

Sistem transaksi digital macam BI-Fast, menurut Ario, sudah cukup kokoh untuk menghadapi “lonjakan” di hari Lebaran. Pun jika ada kecacatan dalam proses transaksi, masih ada 4 metode alternatif untuk pembayaran digital, meskipun nasabah harus bersiap dengan biaya transfer yang lebih mahal.

“Memang ada dampak seperti itu. Tapi, kalau masuk ke dalam 4 switching nasional itu, harus diakui kehandalannya memang. Ada harga ada rupa,” tambah Ario.

Cegah Transaksi Macet Saat Lebaran

Untuk itu, VP Back Office Business Operation Jalin, Opi Aji, membeberkan 3 langkah yang mereka lakukan untuk memastikan kelancaran transaksi ketika momen Lebaran. Langkah-langkah yang ia maksud yaitu menyelenggarakan health check system, forum operational member, dan posko Ramadan dan Idulfitri (RaFi) 2024.

Dalam melakukan health check system, Opi menitikberatkan kepada 3 fokus utama, yaitu kapasitas sistem, infrastruktur, dan jaringan informasi teknologi berjalan dengan baik. Proses ini juga dilakukan lebih sering dibanding hari-hari biasa.

“Sebetulnya, ini sudah kegiatan rutin kami. Namun, spesial untuk edisi Lebaran, kami lakukan 2 kali yaitu di awal dan juga di akhir bulan. Tujuannya apa? Untuk memastikan keandalan sistemnya Jalin,” kata Opi.

Selanjutnya adalah melaksanakan forum bersama anggota dan mitra Jalin, yang saat ini jumlahnya sekitar 50 perusahaan, meliputi perbankan, financial technology (fintech), dan lainnya. Opi mengklaim, Jalin adalah satu-satunya perusahaan yang menjalankan kegiatan seperti ini.

“Saya cukup pede kalau hanya Jalin yang melakukan persiapan operasional bersama 50 member atau sekitar 200 orang, dalam melakukan persiapan operasional selama hari raya Idulfitri 2024,” papar Opi.

Baca juga: Studi Visa: 80 Persen Masyarakat Masih Demen Transaksi Uang Tunai

Bersamaan dengan forum ini, dilaksanakan juga yang namanya Posko RaFi. Adanya posko ini bertujuan agar para anggota Jalin memahami kesiapan dalam menghadapi transaksi di periode Idul Fitri, serta mengomunikasikan kendala yang mereka temukan.

Opi bahkan mengaku kalau direksi Jalin juga turut serta mengawasi forum ini, dan anggotanya juga senantiasa bersiap siaga 24/7 untuk menghadapi anggota-anggota Jalin.

“Posko RaFi ini akan melibatkan bapak dan ibu BoD (Board of Directors), kemudian seluruh VP, dan juga tim 24/7 kami yang selalu on. Kami juga melibatkan mitra baik itu yang lokal maupun di luar negeri,” pungkasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

13 mins ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

2 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

3 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

3 hours ago

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

4 hours ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

5 hours ago