Poin Penting
Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sedang bersiap menghadapi momentum perayaan Lebaran 2026.
Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon Indonesia, Ivan Jaya menyatakan momen Lebaran 2026 yang cukup berdekatan dengan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, akan menjadi peluang bagi peningkatan bisnis Bank Danamon.
“Sampai lebaran diperkirakan spending akan naik, karena kita tahu kan bahwa spending dari Oktober itu index spending kita, konsumsi kita itu masih meningkat. Itu bisa dianalisis, karena jarak antara liburan Nataru dan Lebaran ini yang cukup dekat,” ujar Ivan saat ditemui pada acara konferensi pers Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 di Jiexpo Kemayoran, Kamis, 5 Februari 2026.
Baca juga: Bank Danamon Catat Laba Bersih Tumbuh Double Digit Jadi Rp2,8 T di Q3 2025
Oleh karena itu, Ivan mengatakan bahwa pihaknya telah menggenjot lini bisnisnya sejak awal tahun ini. Pihaknya pun sudah menyiapkan sejumlah strategi bisnis untuk menggenjot lini bisnisnya.
Pertama, Ivan katakan, Bank Danamon akan memperbanyak aktivitas atau event offline untuk masyarakat hingga momentum Lebaran nanti. Dalam pengadaan event offline tersebut, pihaknya memanfaatkan jaringan cabang Bank Danamon yang tersebar di 350 cabang pada hampir 200 kota di seluruh Indonesia untuk pengadaan event di daerah dan sarana promosi.
“Seperti kami sekarang banyak sekali mengadakan mini travel fair di daerah-daerah. Lalu, aktivitas seperti ini, mensponsori IIMS yang tujuannya itu baik, untuk mendukung industri otomotif di Indonesia,” ucap Ivan.
Bersamaan dengan event fisik, pihaknya juga menghadirkan program-program menarik untuk mendorong transaksi masyarakat atau konsumen.
Sementara itu, Transaction Banking Head Bank Danamon Indonesia, Edy Supriyanto mengungkapkan jika Bank Danamon akan meningkatkan limit transaksi/aktivitas keuangan nasabah.
Peningkatan limit ini dilakukan, mengingat aktivitas keuangan masyarakat yang sangat besar menjelang momentum Lebaran.
“Biasanya kita menyiapkan tambahan limit. Jadi, kita support agar konsumen ini juga bisa meningkatkan omsetnya menjelang lebaran. Karena memang menjelang lebaran pasti aktivitas masyarakat sangat besar,” terang Edy.
Edy membeberkan lebih lanjut, salah satu sektor yang biasanya mengalami peningkatan aktivitas keuangan menjelang Lebaran ialah otomotif, baik itu sepeda motor, mobil, dan industri turunannya seperti spare parts.
Baca juga: Bank Danamon Targetkan 30 Persen Pembiayaan Berkelanjutan dalam 5 Tahun
Kondisi tersebut tentunya tak bisa dipisahkan dari kegiatan mudik atau jalan-jalan yang bakal dilakukan masyarakat di momen libur panjang Lebaran.
“Jadi, untuk nasabah Danamon yang berprofesi sebagai pelaku usaha di bidang otomotif kita siapkan tambahan limit,” sebutnya.
Mengutip data Gaikindo, Edy menjelaskan jika kebutuhan untuk pembelian kendaraan sendiri akan meningkat dari sekitar 800.000 unit di 2025 menjadi 850.000 unit di 2026.
“Sementara kalau untuk yang aftermarket mungkin nanti kita bisa lihat dari informasi-informasi (lanjutan) yang dari pemerintah,” tukas Edy. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More