Ilustrasi - Bank Saqu. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Persaingan bank digital semakin ketat. Tiap perusahaan memerlukan strategi yang khas untuk mencari nasabah baru. Tak terkecuali PT Bank Saqu Indonesia, yang merupakan bagian dari Grup Astra.
Head of Marketing & Branding Bank Saqu, Willy Apriando, menyebut bahwa perusahaan sudah mempersiapkan sejumlah strategi untuk mengakuisisi nasabah. Salah satu yang menjadi andalan perusahaan adalah meningkatkan engagement dengan publik.
“Surprisingly, customer kami yang engage dengan brand ini, angkanya juga nggak kecil. Karena, mereka merasa brand kami, Bank Saqu, itu bank yang ngobrol sama customer-nya,” kata Willy kepada Infobanknews, Kamis, 26 Februari 2026.
Baca juga: Bank Saqu Catat Lonjakan Nasabah, 40 Persen Solopreneur
Bank Saqu sendiri menyebut kalau perusahaan menargetkan nasabah-nasabah generasi Z dan milenial. Namun, bank yang dahulu bernama Bank Jasa ini tidak menutup kemungkinan nasabah yang lebih senior untuk menjadi nasabah.
Konkretnya, akuisisi dilakukan dengan beragam agenda. Misalnya, melalui program macam Solopreneur dan Sunrise Society, berbagai promo seperti di media sosial, serta kerap menjadi sponsor di acara-acara besar seperti Ideafest, Synchronize, dan Soundfest.
“Waktu kami Ideafest kemarin, kami mendapat sekitar 20 ribu visitor dalam berapa hari itu. Dan 5 ribu (visitor) visit ke booth kami, dan conversion-nya juga lumayan tinggi gitu,” ungkap Willy.
Tidak lupa, Bank Saqu mengoptimalkan fitur-fitur yang ada di aplikasi. Misalnya, dengan meluncurkan produk tabungan dengan imbal balik 10 persen, dan memberikan plafon pinjaman mencapai Rp30 juta, dengan cicilan 24 bulan.
Baca juga: Masuki Tahun Kedua, Nasabah Bank Saqu Tembus 3,2 Juta
Menurut Willy, apa yang perusahaan laksanakan saat ini merupakan investasi agar nasabah tertarik menjadi nasabah bank. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kalau pelanggan akan memakai jasa Bank Saqu karena kemudahan yang ditawarkan.
“Sebenarnya kami anggap ini (sebagai) investasi ya. Karena, orang-orang yang tertarik menggunakan Bank Saqu, dengan menggunakan promonya, biasanya mereka lebih cenderung experience langsung brand-nya. Jadi, nggak ada promo pun, mereka juga pengen pakai,” bebernya.
Hasilnya, per 2025 lalu, nasabah Bank Saqu sudah hampir menyentuh 3,5 juta, terhitung sejak perusahaan melakukan rebranding pada 2023 lalu. Ke depan, Willy menyebut kalau akusisi nasabah akan dilaksanakan dengan agresif, namun tetap hati-hati, karena ingin memperoleh nasabah yang berkualitas dan aktif memakai produk ini.
Untuk diketahui, kinerja Bank Saqu hingga September 2025 terbilang positif. Aset mengalami pertumbuhan 10,35 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp14,42 triliun. Fungsi intermediasi juga tumbuh dengan baik.
Kredit naik 9,70 persen (yoy) ke posisi Rp5,46 triliun, dengan non-performing loan (NPL) gross 1,17 persen. Dana pihak ketiga (DPK) juga sudah menyentuh Rp7,77 triliun, melonjak 25,07 persen (yoy).
Baca juga: Easycash dan Bank Saqu Resmi Kolaborasi Tingkatkan Akses Kredit Channeling
Tetapi, dikarenakan beban yang masih tinggi, Bank Saqu masih mencatat rugi bersih Rp138,63 miliar. Meski begitu, angka tersebut mengalami penyusutan 31,28 persen (yoy) dari rugi bersih per September 2024, yang berada di angka Rp181,99 miliar. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Pada pembukaan 27 Februari 2026, IHSG turun 0,30% ke level 8.210,43 dengan 663,67… Read More
Poin Penting IHSG berpotensi lanjut melemah ke level 8.150 pada perdagangan 27 Februari 2026 setelah… Read More
Poin Penting Nanovest mengandalkan aplikasi sederhana dan user friendly tanpa grafik rumit untuk menarik investor… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More
Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More