Layar pemberitahuan suku bunga The Fed. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Mandiri Sekuritas menilai inflasi Amerika Serikat (AS) sudah mulai melandai menuju target ke arah dua persen. Sejurus dengan itu, suku bunga acuan The Fed pun diperkirakan akan mulai dipangkas.
Chief Economist Mandiri Sekuritas, Rangga Cipta, memproyeksikan suku bunga The Fed tersebut akan mulai diturunkan secara bertahap hingga 125 basis poin (bps) pada Mei 2024 mendatang.
Baca juga: The Fed Diproyeksi Bakal Pangkas Suku Bunganya Hingga Tiga Kali Mulai Semester II 2024
“Ada kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunganya mulai Mei, itu forecast kita saat ini, seberapa banyak? Sekitar 125 bps,” ucap Rangga dalam Economic dan Market Outlook 2024 Mandiri Sekuritas di Jakarta, 29 Januari 2024.
Menurutnya, proyeksi tersebut sedikit lebih konservatif dibandingkan dengan proyeksi pasar yang memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak 150 bps di bulan Maret.
Baca juga: Bank Mandiri Ramal The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga 75 Bps di 2024
Adapun, Rangga merinci pemangkasan suku bunga The Fed tersebut akan terjadi sebanyak 3-4 kali, dengan besaran penurunan suku bunga pertama 25 bps dan selanjutnya 50 bps.
“Total cutnya di 2024 sebanyak 125 basis poin, itu expect berapa kali pemangkasan? 3-4 kali, bisa sekali 25 (bps), sisanya bisa 50 (bps),” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More