Jakarta – Kementerian Kesehatan sudah memulai vaksinasi tahap 2 yang salah satu sasarannya adalah kelompok lansia. Jubir Vaksinasi COVID-19 dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan ada 2 cara agar kelompok lansia dapat memperoleh vaksinasi.
Cara pertama adalah dengan mengikuti vaksinasi Covid-19 yang akan diselenggarakan di fasilitas kesehatan. Nantinya, para lansia akan dilayani oleh Puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah dan swasta.
Lalu, cara kedua adalah dengan mendaftar secara mandiri. Peserta dapat mendaftar dengan mengunjungi website Kementerian Kesehatan yaitu www.kemkes.go.id dan website Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di covid19.go.id.
“Jadi proses pendaftaran ini sasaran vaksinasi bisa dibantu oleh keluarga ataupun RT/RW setempat,” ujar Nadia dalam diskusi virtual melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, di Jakarta.
Di kedua website tersebut akan tersedia link atau tautan yang dapat diklik oleh sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia. Di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan yang harus diisi. Setelah peserta mengisi data di website tersebut maka seluruh data peserta akan masuk ke dinas kesehatan provinsi masing-masing.
Selanjutnya Dinas Kesehatan akan menentukan jadwal dan termasuk hari, waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat lanjut usia.
Lebih lanjut, Nadia memastikan bahwa pemerintah menjamin keamanan data setiap peserta. Data akan tersimpan di dalam data yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi dimana peserta tinggal dan peserta tidak perlu khawatir. (*) Evan Yulian Philaret
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More
Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More
Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More
Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More