Ekonomi dan Bisnis

Begini Jurus MR. DIY Perkokoh Dominasi di Pasar Ritel Indonesia

Jakarta – Perusahaan ritel peralatan rumah tangga, MR.DIY tengah melakukan ekspansi jaringan bisnisnya di Indonesia, dengan mengincar potensi pertumbuhan yang kuat dari pasar yang belum terpenetrasi dengan baik.

Sejumlah strategi pun dilakukan perusahaan asal Malaysia ini. Salah satunya, rencana membuka lebih banyak toko lagi demi melayani kebutuhan masyarakat di Tanah Air. 

“Dengan total lebih dari 850 toko, skala MR. DIY kian tak tertandingi di sektor perlengkapan rumah tangga di Indonesia. Memperkuat posisi perusahaan sebagai toko ritel terbesar dengan pertumbuhan tercepat di pasar,” kata Presiden Direktur MR DIY, Edwin Cheah, dikutip Selasa, 12 November 2024.

Lanjutnya, seiring dengan perluasan jangkauan toko, MR.DIY tetap fokus memberikan kemudahan dan nilai lebih bagi keluarga Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang bagi bisnis dan industri. 

Kehadiran toko-toko baru tersebut akan memperkuat jaringan toko MR. DIY yang sudah hadir di seluruh negeri, dari Sabang hingga Merauke.

Baca juga : Emiten Ritel Mitra10 (CSAP) Umumkan Kerja Sama dengan Paper.id, Ini Sederet Keuntungannya

“Kehadiran kami menjangkau seluruh Indonesia secara merata, memastikan bahwa setiap orang memiliki akses ke produk-produk terbaik yang memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” jelasnya.

Diketahui, MR. DIY termasuk pemain di industri ritel produk perlengkapan rumah tangga, dengan pertumbuhan dan ekspansi yang pesat. 

Berdiri sejak 2005, MR. DIY telah hadir di 13 negara, baik di kawasan Asia maupun Eropa, dengan menawarkan produk rumah tangga penting melalui lebih 4.000 toko dan melayani 188 juta pengguna transaksi tahunan (ATU). 

MR. DIY juga menjadi merek paling inklusif dalam memberikan pengalaman berbelanja yang andal bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, menawarkan berbagai macam produk dengan harga terjangkau tetapi memiliki value terbaik, serta membuka akses kepada setiap rumah tangga. 

Memiliki beragam toko dengan lokasi strategis di seluruh Indonesia, pelanggan MR. DIY dapat mengakses 18.000 jenis produk kebutuhan setiap anggota keluarga lewat 10 kategori. 

Mulai dari peralatan rumah tangga, perabotan, perkakas, alat tulis dan olahraga, perhiasan dan kosmetik, mainan, aksesori mobil, produk elektronik, kado, dan aksesori komputer dan ponsel.

“Toko-toko kami berlokasi strategis di seluruh Indonesia, dari Kepulauan Sangihe yang terpencil di Sulawesi Utara hingga jalan-jalan ramai di Jakarta Selatan. Di mana pun pelanggan kami berada, mereka dapat mengakses berbagai produk dengan rentang harga yang sama, dalam jarak dekat dari rumah mereka,” bebernya.

Penuhi Kebutuhan Pelanggan

Pihaknya pun memastikan, setiap orang menemukan apa yang mereka butuh. Karyawan toko terlatih yang hadir di setiap toko selalu siap membantu pelanggan berbelanja dengan nyaman.

Kehadiran MR. DIY di pelosok negeri juga menciptakan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial warga lokal. 

Baca juga : Tetap Garap Bisnis Ritel, Begini Strategi Standard Chartered di Indonesia

“Kami percaya bahwa bisnis tidak hanya harus hidup berdampingan dengan masyarakat, tetapi juga berkontribusi aktif terhadap pertumbuhan dan kesejahteraannya,” ucap Edwin.

Melalui 850 lebih toko di seluruh pelosok negeri, MR. DIY membuka kesempatan perbaikan ekonomi bagi warga Indonesia. Terutama karena lebih dari 50 persen tenaga kerja tersebar di luar Jawa. Hal ini turut memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal dan menyediakan peluang kerja yang berharga.

Komitmen perusahaan untuk terus berekspansi secara merata juga memastikan bahwa semua orang Indonesia memiliki akses yang lebih baik terhadap produk rumah tangga penting. Keputusan ini dilakukan untuk menjembatani kesenjangan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

2 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

2 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

2 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

4 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

5 hours ago