Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa tengah mengakselerasi transformasi digital pada sistem layanan keuangannya.
Persiapan yang dikakukan untuk transformasi digital tersebut, di antaranya adalah peningkatan kualitas operasional, sistem layanan dan keamanan, serta mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal.
Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, mengatakan bahwa transformasi keuangan digital merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan dalam menjadi digital enabler yang menghubungkan masyarakat dengan ekosistem finansial dan non finansial sesuai filosofi ‘The National Digital Highway’.
“Digitalisasi produk perbankan yang dilakukan merupakan langkah strategis Jalin untuk memperluas layanan digital yang inklusif serta melengkapi layanan switching dan managed service yang sampai saat ini menjadi layanan eksisting kami,” ucap Ario dalam keterangan resmi dikutip, 15 April 2023.
Lebih lanjut, Ario menjelaskan, Jalin sebelumnya telah melakukan beragam inovasi digital, di antaranya adalah layanan Virtual ATM, Jalin Verified, tarik tunai tanpa kartu (cardless withdrawal), serta Jalin Payment Integrator.
“Target kami di paruh kedua tahun 2023 bisa menghadirkan produk digital baru yang dimulai dari launching layanan Virtual ATM bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara),” imbuhnya.
Sementara, Jalin sebagai bagian dari Holding Danareksa yang merupakan BUMN spesialis transformasi, siap mengambil peran aktif sebagai Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP) dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif demi mendukung kemajuan Indonesia.
“Hal ini turut selaras dengan semangat ‘Menggerakkan Transformasi Korporasi, Indonesia Maju’ yang diusung Holding dalam memaknai hari jadi Kementerian BUMN ke-25 yang jatuh pada tanggal 13 April 2023 bertema ‘Menggerakkan Indonesia Maju’,” ujar Ario. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More