Perbankan

Begini Jurus Bank Jago Syariah Jaga Likuiditas di Tengah Ketidakpastian Global

Jakarta – Jumlah rekening dan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah terus meningkat meski masih jauh tertinggal dibanding bank konvensional. Meski begitu, DPK perbankan syariah tumbuh lebih cepat dibandingkan perbankan konvensional.

Hal ini diungkapkan oleh Sutan Emir Hidayat, Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam acara Forum Jurnalis Jagoan di Jakarta, Kamis, 16 Januari 2024.

Pada Agustus 2024, jumlah rekening bank syariah mencapai 61,14 juta akun atau lebih rendah dibandingkan bank konvensional yang sebesar 530,86 juta akun. Sedangkan, perolehan DPK bank syariah per Agustus 2024 sebesar Rp689,22 triliun atau tumbuh 11,34 persen secara tahunan.

Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bank konvensional yang meningkat 7,01 persen atau menjadi Rp8.650,0 triliun.

Baca juga: Bank Jago Gandeng Google Cloud untuk Tingkatkan Efisiensi dan Layanan Nasabah

Dalam paparannya, Emir pun menjelaskan rasio current account saving account (CASA) bank syariah terus meningkat meski belum setinggi konvensional. Hal ini menunjukkan potensi peningkatan efisiensi operasional yang semakin baik. Namun hingga saat ini, DPK bank syariah masih didominasi oleh deposito.

“Ini menyebabkan profitabilitas perbankan syariah juga masih belum bisa menyaingi bank konvensional,” ujar Emir.

Emir pun mengungkapkan sejumlah tantangan bagi perbankan syariah. Salah satunya, tantangan likuiditas perbankan yang disebabkan ketidakpastian global.

Sementara, Head of Sharia Digital Funding PT Bank Jago Tbk, Nur Fajriah Rachmah mengungkapkan secara funding, Bank Jago Syariah akan fokus di segmen retail digital untuk mendorong perolehan CASA bank, tahun ini.

Baca juga: Tjit Siat Fun: Perempuan Tangguh di Balik Transformasi Perbankan Digital

“Di segmen retail digital, kami melihat banyak benefitnya untuk Bank Jago syariah, terutama dari sisi funding. Dengan kami lebih fokus di segmen retail digital, sebetulnya kami lebih in terms of memperbesar CASA rasio. Hal ini bisa mungkin tercapai dengan kami fokus ke retail digital. Dan juga sebetulnya bisa menurunkan risiko likuiditas,” ujarnya di kesempatan yang sama.

Sebagai informasi, Bank Jago Syariah mencatat pada tahun 2024, transaksi keuangan menggunakan aplikasi Jago Syariah mencapai 52 juta transaksi atau tumbuh sekitar 160 persen dibandingkan tahun 2023. Dari sisi nominal, jumlah transaksi Jago Syariah mencapai Rp36,5 triliun atau meningkat dua kali lipat (100 persen) dari tahun 2023. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

1 hour ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

6 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

7 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

8 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

18 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

19 hours ago