Perbankan

Begini Jurus Amar Bank Tekan Kredit Macet UMKM

Jakarta – Penyaluran kredit ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bukanlah perkara mudah. Pasalnya, sektor ini dikenal rentan akan kredit macet, yang bisa memengaruhi performa bank dalam menyalurkan pinjaman.

Namun, PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) memastikan penyaluran pinjaman untuk UMKM aman terkendali. David Wirawan, SVP Finance Amar Bank, memaparkan kalau porsi pembiayaan ke UMKM, bahkan sudah melebihi 50 persen.

“Di Amar Bank, porsi (kredit UMKM) kami sudah mencapai lebih dari 50 persen. Bahkan, per Desember, (kredit UMKM) kami sudah mencapai sekitar 56 persen,” kata David di acara diskusi media Amar Bank pada Kamis, 20 Maret 2025.

Baca juga: Amar Bank Salurkan Kredit Tunaiku Rp3 Triliun Sepanjang 2024

David menjelaskan, sejak awal mengembangkan produk Tunaiku, pihaknya menargetkan untuk menyalurkan pinjaman ke UMKM, khususnya usaha mikro di bidang perdagangan. Untuk mengatasi potensi gagal bayar, David menjelaskan, kalau Amar Bank selalu melihat dan memantau kemampuan serta kebiasaan debitur dalam mengembalikan pinjaman. Dan mereka selalu meng-update data-data yang mereka peroleh secara berkala.

“Proses kalibrasi ini kita lakukan setiap 6 bulan sekali, untuk melihat apakah ada perubahan behavior atau perubahan-perubahan yang perlu kami antisipasi,” terangnya.

Pihaknya juga menggunakan teknologi seperti automatisasi dan big data, untuk memprediksi nasabah yang berpotensi kesulitan membayar. Berbeda dengan banyak bank yang masih mengandalkan teknologi manual untuk mencari tahu mana debitur yang tidak mampu melunasi tagihan.

“Jadi, hal-hal tersebut yang terus kami improve untuk terus meningkatkan bagaimana kami memitigasi NPL yang ada dari segmen ini,” tegasnya.

Baca juga: Kredit Tumbuh di Atas Industri, Bank Jatim Kantongi Laba Rp1,28 Triliun di 2024

Ini semua pada akhirnya berdampak terhadap NPL net yang berada di kisaran 1 persen. Menurut data, per Desember 2024, rasio kredit macet UMKM dari bank umum sudah mencapai 4 persen.

Selain itu, David juga mencari peluang-peluang untuk menyalurkan pinjaman kepada UMKM dari bidang lain. Pertanian dan agrikultur, perikanan, perkebunan, menjadi beberapa sektor yang potensial bagi Amar Bank. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

3 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

15 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

16 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

17 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

22 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

23 hours ago