Ilustrasi: Gedung kantor BCA/istimewa
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan menggelar paparan kinerja keuangan di sepanjang 2024 pada Kamis, (21/1) sore secara virtual.
Berdasarkan hal itu, gerak saham BBCA hingga perdagangan sesi I masih bergerak menguat 0,78 persen ke level Rp9.675 atau naik 75 poin dari penutupan sebelumnya Rp9.600 dan sempat menyentuh level tertingginya di posisi Rp9.750.
Meski begitu, dalam sepekan terakhir saham BBCA mengalami pelemahan sebanyak 0,51 persen dan sempat menyentuh level terendahnya di posisi Rp9.575.
Baca juga: Merger dengan BCA Finance, OJK Cabut Izin Usaha BCA Multi Finance
Menurut rangkuman Stockbit terkait dengan kinerja BBCA pada November 2024 mengantongi laba bersih bank only senilai Rp50,5 triliun atau naik 14 persen secara tahunan.
Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan dari sisi top line dan kinerja operasional yang solid. Kemudian, pertumbuhan kredit yang masih kuat, serta credit cost yang terjaga.
Baca juga: BCA Syariah Bukukan Laba Bersih Rp164,9 Miliar Jelang Akhir 2024
Realisasi kredit BBCA pada November 2024 mengalami pertumbuhan 15,5 persen, lebih tinggi dari guidance Perseroan dikisaran 10-12 persen.
Meskipun kredit tumbuh melampaui target Perseroan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2025 hanya naik sebanyak 3,5 persen yoy. Ini mendorong loan to deposite ratio (LDR) naik ke posisi 79 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More