Keuangan

Begini Cara OJK Benahi Persoalan Fintech yang Tengah Tumbuh Subur

Bali – Industri fintech peer-to-peer lending (fintech lending) mampu konsisten tumbuh positif, bahkan selama periode pandemi. Namun, di balik catatan positif tersebut, masih banyak hal yang perlu dibenahi agar industri tersebut dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, khususnya dengan mendukung upaya pemberdayaan pelaku usaha pada segmen UMKM.

Hal ini diungkapkan oleh Ogi Prastomiyono Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam acara 4th Indonesia Fintech Summit 2022 – Moving Forward Together “The Role of Digital Finance & Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Financial Stability, di The Padma Resort, Bali, Jumat, 11 November 2022.

Ia menjelaskan, selaku regulator, OJK tentu berkepentingan untuk memastikan agar inovasi teknologi digital di sektor jasa keuangan dapat berjalan secara seimbang dan bertanggung jawab, sehingga tetap mengedepankan prinsip-prinsip perlindungan konsumen. “Maka dari itu, OJK telah menerbitkan POJK 10/2022 sebagai bagian dari langkah strategis untuk mendukung penguatan pada industri fintech lending, khususnya pada aspek prudential, good-corporate governance, manajemen risiko, dan tentunya perlindungan konsumen,” katanya.

Selain itu, POJK ini juga mengatur aspek-aspek tentang kemitraan atau kerjasama fintech dengan lembaga jasa keuangan lain, seperti bank dan nonbank. Bambang W. Budiawan, Department Head of Non-Bank Financial Institution Supervision 2B OJK, mengatakan hal tersebut tertuang dalam pasal 38, POJK 10 2022.

“Jadi, bagaimana fintech bisa bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan, bisa bank, nonbank, dan lembaga lainnya yang kami terjemahkan dengan non keuangan. Kemudian industri fintech, kalau mau bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan lain tahun depan, jangan lupa masukkan ke rencana bisnisnya,” ungkap Bambang di kesempatan yang sama.

Sementara itu, OJK mencatat dalam periode 2020 – 2021, penyaluran pinjaman dari sektor industri fintech mampu tumbuh rata-rata sebesar 68,05% per tahun. Outstanding penyaluran pinjaman P2P Lending pada September 2022 naik sebesar Rp1,51 triliun atau tumbuh sebesar 77,3% yoy, dan Tingkat Wanprestasi Pengembalian Pinjaman (TWP90) yang relative stabil pada level 3,07%.

Demikian pula halnya dengan jumlah account pengguna platform fintech peer to-peer lending yang sangat besar, baik dari sisi lender (per September 2022 mencapai 26.753 rekening) maupun borrower (per September 2022 3,7 juta rekening). (*) Ayu Utami

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

5 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

5 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

5 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

6 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

6 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

6 hours ago