Jakarta – Kementerian Kesehatan mengakui bahwa saat ini masih banyak informasi palsu seputar vaksin Covid-19 masih tersebar di masyarakat. Berita bohong atau hoaks tersebut tidak bisa ditangani satu institusi saja. Untuk itu, Kemenkes mengkampanyekan dan mengajak masyarakat untuk ikut memberantas hoaks dengan jurus 3S.
“Kami selalu bilang bijaklah menyebar informasi, sekali lagi 3S perlu, Saring Sebelum Sebar,” jelas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan drg. Widiyawati, MKM pada gelar wicara virtual dikutip di Jakarta.
Kemudian, Widiyawati juga menekankan agar setiap individu terus meningkatkan literasi digitalnya dan bijak dalam menyebar informasi dengan mencari dulu kebenarannya. Jika berita tersebut tidak benar, sebaiknya penyebaran informasi tersebut dihentikan dengan tidak membagikannya ke orang lain.
Kemenkes menyebut rendahnya tingkat literasi digital dan mudahnya menyebar informasi tanpa mempertimbangkan kebenaran kerap menjadi alasan utama hoaks masih berkembang subur di masyarakat.
Untuk itu, Widiyawati mengimbau masyarakat untuk membuka kanal-kanal informasi terpercaya seperti sehatnegeriku.kemkes.go.id atau covid19.go.id. Kanal informasi tersebut akan memudahkan masyarakat mendapat informasi dari sumber yang terpercaya. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More
Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More
Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More
Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More
Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More
Poin Penting PLN beri diskon 50% tambah daya listrik via PLN Mobile selama 25 Februari–10… Read More