Keuangan

Begini Cara Kelola Keuangan dengan Nilai-nilai Ramadan

Jakarta – Ramadan tak hanya kental dengan nilai-nilai spiritual tetapi juga mengajarkan nilai-nilai positif yang berdampak bila diaplikasikan dalam pengelolaan keuangan. Di mana, selama Ramadan kita dilatih untuk menahan keinginan, disiplin tak berlebihan, jujur, dan peduli terhadap sesama.

Nah, nilai-nilai tersebut sebenarnya menjadi fondasi kuat untuk menciptakan keseimbangan dalam keuangan.

Director & Chief Legal, Risk and Compliance Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Justitia Tripurwasani mengatakan, mengelola keuangan sebenarnya bukan pekerjaan mudah namun akan jadi lebih mudah jika sudah memahami esensi dari uang yang dikelola.

“Belajar dari nilai Ramadan, nilai uang akan lebih dari sekadar alat tukar. Uang yang dikelola dengan benar bisa membawa berkah untuk diri sendiri hingga lingkungan sekitar,” katanya, dikutip Kamis, 27 Maret 2025.

Baca juga : Gandeng MAMI, Bank Mega Syariah Tawarkan 6 Reksa Dana Syariah

Menurutnya, disaat seseorang mampu mengendalikan keinginan, akan mampu menghindari pengeluaran yang tak perlu atau impulsif. Kita akan mampu fokus pada kebutuhan yang penting dan memang sangat dibutuhkan saat ini. 

“Selanjutnya ketika kita mampu disiplin menjaga kebiasaan agar tak berlebihan membuat kondisi keuangan akan semakin sehat dan terbebas dari jerat utang yang memberatkan,” jelasnya.

Berbagi melalui investasi

Berbagi kebaikan dengan sesama memang bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti bersedekah, memberikan bantuan untuk korban bencana, dan banyak hal lainnya. Di luar itu semua, berinvestasi merupakan salah satu cara untuk berbagi dengan sesama. Saat kita berinvestasi, uang kita akan dibelanjakan ke aset investasi seperti saham atau obligasi. 

Saat kita berinvestasi, uang kita akan dibelanjakan ke aset investasi seperti saham atau obligasi. Nantinya uang yang terkumpul akan dipergunakan oleh penerbit saham dan obligasi untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih besar. Berkembangnya bisnis membuka banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat luas.

Justitia mengungkapkan, masyarakat sudah mengenal apa yang disebut investasi syariah. Investasi syariah adalah jenis investasi yang pengelolaannya menggunakan prinsip-prinsip syariah.

Data Statistik Reksa dana Syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2025 menunjukkan perkembangan positif dalam jumlah dan nilai aktiva bersih (NAB). 

Baca juga : Instrumen Investasi Syariah Berubah, Cicil Emas Saingi Deposito

Di mana, dana kelolaan reksa dana syariah nasional mencapai Rp51,74 triliun pada Januari 2025. Jika dibandingkan dengan Desember 2024, dana kelolaan reksa dana syariah bertambah Rp1,19 triliun dari Rp50,55 triliun. 

Di sisi lain jumlah reksa dana syariah tidak tumbuh secara signifikan sejak Desember 2024 dengan jumlah 246 reksa dana syariah beredar per Januari 2025.

Salah satu investasi berbasis syariah adalah reksa dana syariah. Salah satu keunggulannya, yakni reksa dana syariah dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam, sehingga investasi ini bebas selalu mengutamakan perputaran uang yang halal dan menjauhi riba dan praktik yang tidak mengikuti ketentuan hukum muamalah.

Reksa dana syariah juga memiliki proses cleansing atau purifikasi dana. Yaitu, pembersihan dari pendapatan yang tidak sesuai dengan prinsip pengelolaan syariah memastikan bahwa semua pendapatan yang diperoleh dari investasi tetap halal seperti pendapatan bunga yang diperoleh dari setoran dana ke bank kustodian atau aksi korporasi berupa pinjaman yang menyebabkan rasio utangnya melebihi batas yang diizinkan. 

Menurut Justitia, dengan keunggulan-keunggulan tersebut, reksa dana syariah menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah. 

“Saat ini begitu banyak varian reksa dana syariah yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan finansial kita. Misal untuk tujuan simpanan jangka pendek syariah, investor bisa memilih reksa dana pasar uang seperti Manulife Dana Kas Syariah,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

59 mins ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

2 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

4 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

5 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

6 hours ago

Tokio Marine Life Gandeng BAZNAS Bedah 5 Rumah dan Santuni Anak Yatim di Jakarta

Poin Penting Tokio Marine Life dan BAZNAS renovasi 5 rumah di Setiabudi, Jakarta, dengan Rp55… Read More

6 hours ago