Duyang, Director of Huawei Enterprise Business Indonesia,
Poin Penting
Jakarta – Huawei, pemimpin global di bidang infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta perangkat pintar, terus mendorong inovasi di industri jasa keuangan Indonesia dengan membantu bank, perusahaan fintech, dan penyedia teknologi memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) agar tetap kompetitif.
Director of Huawei Enterprise Business Indonesia, Duyang mengatakan, untuk memaksimalkan dampak AI di Indonesia, pihaknya menekankan perlunya teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal dan pengembangan talenta AI dengan keahlian di bidang keuangan dan teknologi. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat nyata dan bermakna bagi masyarakat Indonesia.
“Seiring kaburnya batasan antara dunia fisik dan digital, AI menjadi penting bagi pertumbuhan dan kesuksesan ekosistem jasa keuangan—termasuk bank, fintech, dan penyedia teknologi. Huawei tetap berkomitmen untuk memajukan Strategi Kecerdasan Penuh (All Intelligence Strategy) dengan berinvestasi besar-besaran dalam R&D untuk teknologi-teknologi dasar dan mengembangkan produk serta solusi inovatif,” ujarnya, Rabu, 10 Desember 2025.
Baca juga: Bos Permata Bank Buka Suara soal Restrukturisasi Kredit Nasabah Terdampak Banjir Sumatra
Selain itu, Huawei memperkenalkan ekosistem keuangan komprehensifnya, “Ronghai” yang menggabungkan teknologi canggih, perangkat keras, dan kapabilitas layanan untuk mendukung industri keuangan yang terus berkembang di Indonesia.
“Dengan bekerja sama dengan mitra kami, kami akan memberdayakan ekosistem industri jasa keuangan di Indonesia untuk bertransformasi secara digital dan cerdas, serta mendorong ekonomi digital negara ini menjadi yang terdepan di kawasan ini,” ujar Duyang.
Duyang menambahkan, transformasi digital diharapkan mampu menjawab tantangan dalam meningkatkan inklusi keuangan dengan menghubungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan riil masyarakat dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Untuk itu, sebut dia, kolaborasi dan sinergi antar berbagai pihak sangat dibutuhkan, terutama untuk mendorong inovasi dan literasi teknologi yang bermanfaat bagi terciptanya ekosistem keuangan digital yang inklusif, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Perusahaan Milik Hashim Djojohadikusumo Jadi Pemegang Saham COIN
Dikombinasikan dengan solusi tambahan, Huawei berharap dapat mendorong jaringan dan kolaborasi, baik itu bank, perusahaan fintech, maupun penyedia teknologi, untuk mengeksplorasi bagaimana solusi teknologi, termasuk layanan cloud, keamanan, dan manajemen data, dapat memberdayakan pelaku industri keuangan (FSI) untuk berinovasi, meningkatkan skalabilitas, dan tetap kompetitif.
Industri perbankan dan FSI kini bergerak menuju ekosistem yang lebih cerdas, digital, dan inklusif. Berbasis generative AI, Huawei menyediakan solusi omni-channel serta pusat kontak cerdas yang membantu lembaga keuangan bertransformasi dari “pusat biaya” menjadi “pusat pengalaman + pendapatan”.
Hingga kini, Huawei telah berkolaborasi dengan lebih dari 11.000 mitra industri keuangan di seluruh dunia, melayani lebih dari 5.600 pelanggan dari lebih 80 negara dan wilayah. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Wali Kota Madiun Maidi jadi tersangka KPK atas dugaan pemerasan proyek, dana CSR,… Read More
Poin Penting Bupati Pati Sudewo dan 3 Kades ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dugaan pemerasan… Read More
Poin Penting Bank Muamalat bidik pertumbuhan agresif 2026 dengan pembiayaan tumbuh 60% dan dana pihak… Read More
Poin Penting Pemprov Sulsel mengalokasikan dana Rp2,5 miliar untuk mendukung operasi pencarian pesawat ATR 42-500… Read More
Generali Indonesia menggelar Youth Empowerment Social Media Competition, sebuah inisiatif yang mengajak generasi muda dan… Read More
Poin Penting Pemprov Bali menyuntikkan modal Rp445 miliar ke BPD Bali untuk memperkuat pertumbuhan bisnis… Read More