Acara Halalbihalal dan Silaturahmi bersama Media di Jakarta, Rabu (24/4/2024).
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus berupaya membantu pemerintah dalam mengatasi masalah gizi buruk. Salah satunya, menginisiasi kerja sama strategis bersama United Nations Children’s Fund (UNICEF) mencegah stunting di Indonesia.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei mengatakan, program stunting yang akan berlangsung selama tiga tahun ini difokuskan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), salah satunya menghapuskan semua bentuk kekurangan gizi pada 2030. Menurutnya, permasalahan gizi buruk dan stunting merupakan tantangan yang harus dihadapi secara gotong royong.
Baca juga : Berkat Kerja Sama CIMB Niaga-Tzu Chi Indonesia, Pembayaran Donasi Melalui Octo Mobile Jadi Mudah
Karena itu kata dia, dalam program ini, CIMB Niaga berkolaborasi dengan UNICEF juga memberikan kesempatan kepada masyarakat dan nasabah, termasuk rekan-rekan jurnalis yang ingin berkontribusi dengan berdonasi melalui Rekening CIMB Niaga Peduli.
“Dengan upaya bersama ini, kami berharap program dapat berdampak positif untuk mengurangi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia,” katanya, dalam Halalbihalal dan Silaturahmi bersama Media di Jakarta, Rabu (24/4/2024).
Baca juga : RUPST CIMB Niaga Bagikan Dividen 50% dari Laba Bersih 2023
Adapun, bantuan CIMB Niaga dan donasi nasabah yang terkumpul akan disalurkan UNICEF untuk menjangkau 1.000 anak gizi buruk di 22 Kabupaten/Kota di NTT sehingga mendapatkan perawatan agar selamat dari ancaman gizi buruk.
CIMB Niaga sendiri menargetkan penyaluran bantuan pencegahan stunting di Tanah Air dalam tiga tahun mencapai Rp4,5 miliar. Di mana, tiap tahunnya akan menggelontorkan bantuan senilai Rp1,5 miliar.
Selain itu, program ini juga berdampak positif bagi lebih dari 100.000 anak balita yang dimonitor pertumbuhan dan perkembangannya, sehingga balita yang berisiko wasting (gizi buruk dan gizi kurang) dapat dideteksi secara dini dan segera ditangani.
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More