Perbankan

Begini Cara BTPN Deteksi Rekening Terindikasi Judi Online

Jakarta – Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebutkan bahwa industri perbankan telah melakukan blokir sebanyak 6.000 rekening yang diindikasikan memiliki transaksi judi online secara langsung.

Merespons hal tersebut, Wakil Direktur Utama PT Bank BTPN Tbk, Darmadi Sutanto, mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk fraud management team yang dibentuk khusus untuk memonitor transaksi-transaksi yang mencurigakan.

Baca juga: Blokir 6.000 Rekening, OJK Minta Bank Blacklist Nasabah Terindikasi Judi Online

“Kalau orang judi online itu seperti apa sih ngomong-ngomongnya. Oh transaksinya tiap hari banyak atau apa gitu. Nah gitu-gitu kita masukkan ke parameter,” ucap Darmadi kepada media di Jakarta, 12 Agustus 2024.

Meskipun rekening-rekening yang dicurigai telah dimasukkan ke dalam parameter suatu rekening yang mencurigakan, fraud management team tidak serta merta langsung menutup akun rekening tersebut.

“Kalau orang yang sudah tiap hari kecil-kecil banyak (transaksi) keluar masuk-keluar masuk, bisa benar belum tentu judi online. Tapi kita taruh parameter. Tidak langsung ditutup gitu ya,” imbuhnya.

Baca juga: Misteri Pengendali Judi Online Inisial T, OJK Bilang Begini

Adapun, fraud management team akan terus memantau pergerakan dari aktivitas rekening-rekening bank yang masuk ke dalam parameter transaksi judi online. Dalam hal ini, BTPN menggunakan sistem yang dapat mendeteksi jutaan transaksi setiap harinya.

“Karena kalau nggak kan kita setiap hari itu jutaan transaksi ya. Gimana kita bisa kalau nggak pakai sistem. Bukan berarti semuanya akan bisa ketangkap atau tidak, tapi minimal kita punya alert. Tidak juga semuanya ditutup atau nggak. Itu alert-alert yang kita pasang biasanya berdasarkan case-case yang muncul,” ujar Darmadi. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

7 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

8 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

8 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

8 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

9 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

10 hours ago