Perbankan

Begini Cara BTN Hadapi Tantangan Ekonomi di Era Digital

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menghadapi tantangan ekonomi, seperti inflasi, suku bunga tinggi, hingga perubahan perilaku konsumen di era digital, dengan melakukan transformasi bisnis.

Data Management & Analytics Division Head BTN, Indra Hidayatullah, mengatakan bahwa salah satu langkah yang didorong oleh perseroan untuk mengantisipasi tantangan ekonomi adalah bertransformasi menjadi mortgage bank yang dilengkapi digitalisasi melalui aplikasi bale by BTN.

Indra menjelaskan, BTN terus memperkuat dan meningkatkan bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) jangka panjang dengan mengikuti tahapan kehidupan nasabah. Perseroan akan menciptakan dan menawarkan solusi finansial di berbagai fase kehidupan mereka.

That’s why tadi ada namanya bale, bale ini salah satu aktivitas gimana kita memperkuat kita untuk bisa increase dengan nasabah KPR dengan jangka panjang. Jadi kita mengikuti life stage yang mereka. Misalnya anggaplah Bapak-Ibu mulai mengajukan KPR umur 25 tahun, nanti selesai 40 tahun, atau bahkan ada 30 tahun. Nah journey ini yang kita coba dengan data manajemen, kita coba tangkap, kita capture dan kita buatkan program yang nantinya sebagai solusi finansial,” kata Indra dalam acara Growth Summit 2025 yang digelar Moengage dan Infobank Digital, di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.

Baca juga: BTN Raih Penghargaan Banking Service Excellence Awards 2025 dari Infobank

Indra menambahkan, BTN telah mengantisipasi tantangan ekonomi dengan melakukan transformasi dari bank berorientasi KPR menjadi bank dengan solusi finansial.

“Dari sisi kami sendiri kita sudah mengantisipasi dengan beberapa masukan, dari sisi bagaimana digital itu bisa membantu masyarakat, terutama bagian yang transaksi sehari-hari. Jadi saat ini memang BTN sudah bertransformasi dari bank KPR menjadi financial solution,” tandasnya.

BTN Sasar Segmen Kelas Bawah untuk Hadapi Dampak Inflasi

Lebih lanjut, Indra menyampaikan, hingga saat ini BTN telah memberikan pembiayaan kepada sekitar 5 juta nasabah. Dalam mengantisipasi dampak inflasi, BTN kini mulai menyasar nasabah dari segmen kelas bawah.

Baca juga: Spin Off UUS BTN dan CIMB Niaga Jalan Terus, Ini Update dari OJK

“Karena salah satu akibat dari inflasi adalah menurunnya segmen pertengahan menjadi sekitar 20 persen selama 6 tahun terakhir. Salah satu yang kita lakukan adalah kita bikin segmentasi, di mana segmentasi itu kita pakai yang kalau dulu ada bernama nasabah prioritas, di bawahnya kita juga ada yang namanya nasabah segmen affluent yang lumayan kaya, sekarang kita juga bangun segmentasi yang namanya Prima,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

6 hours ago

Total Klaim Asuransi Umum Naik 4,1 Persen Jadi Rp48,96 Miliar di 2025

Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More

7 hours ago

Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More

8 hours ago

IHSG Ditutup di Zona Merah, Top Losers: Saham DGWG, SGRO, dan HMSP

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More

9 hours ago

Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025

Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More

10 hours ago

Ekonom Permata Bank Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10 Persen di 2026

Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More

10 hours ago