Jakarta – PT Bank Central Asia (BCA) terus berkomitmen dalam upaya mewujudkan pembangunan secara berkelanjutan. Melalui #BCAForSustainability, BCA meningkatkan inisiatif berkaitan dengan pilar-pilar Environtmental, Social and Governace (ESG) dalam upaya perwujudan Sustainable Development Goals (SDG’s) dan usaha berbasis ekonomi hijau.
Komisaris BCA yang juga pengamat ekonomi Cyrillus Harinowo mengungkapkan, pembangunan berkelanjutan merupakan tugas seluruh korporasi dan organisasi, termasuk industri perbankan.
“Dalam pembiayaan pemberian kredit perbankan ini, portofolio yang diarahkan perbankan sekarang makin lama makin diarahkan ke arah ekonomi hijau, termasuk BCA sudah mulai membiayai proyek-proyek tersebut,” kata Cyrillus Harinowo, Kamis, 16 Juni 2022.
Menurut Cyrillus, BCA sudah mulai membiayai proyek ekonomi hijau seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Mini Hydro Power Plant.
Selain itu, salah satu perwujudan upaya pembangunan berkelanjutan BCA juga membangun Wisma BCA Foresta sebagai green buliding yang menerapkan teknologi berbasis ramah lingkungan. Green building tersebut, memberikan manfaat secara ekologis, antara lain seperti mengurangi emisi karbon dengar penggunaan equipment yang hemat energi, memaksimalkan pencahayaan alami yang masuk ke area gedung, penjagaan kualitas udara dan juga memberikan manfaat ekonomis karena dapat menurunkan biaya operasional dan biaya pemeliharaan.
“BCA berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan nilai tambah bagi seluruh nasabah dan masyarakat Indonesia. Kami meyakini pembangunan yang bertujuan mulia ini akan memberikan dampak yang positif terutama bagi lingkungan hidup. Upaya kami menghadirkan gedung ini juga sebagai bentuk memberikan kenyamanan bekerja bagi insan BCA untuk dapat memberikan pelayanan maksimal bagi nasabah,” tambah EVP Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn. (*) Irawati
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,96% ke level 7.939,76 pada 3 Maret 2026, dengan nilai… Read More
Poin Penting Pembiayaan multifinance capai Rp508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% yoy, dengan NPF… Read More
Poin Penting OJK merestrukturisasi kredit Rp12,6 triliun untuk 246.000 rekening debitur terdampak banjir dan longsor… Read More
Poin Penting Diversifikasi jadi kunci hadapi tekanan global 2026, dengan mengombinasikan aset riil, emas, kredit… Read More
Poin Penting Premi asuransi komersial Januari 2026 mencapai Rp36,98 triliun, tumbuh 4,78% yoy, ditopang lonjakan… Read More
Poin Penting OJK telah memblokir 32.556 rekening yang terindikasi terkait judi online, meningkat dari sebelumnya… Read More