BI: Capital Inflow Minggu Pertama Januari Capai Rp6,8 Triliun
Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump nampak menekan bank Sentral AS The Fed dalam beberapa cuitan di twitter pribadinya.
Dalam cuitan tersebut nampak Presiden AS tersebut kurang puas terhadap kinerja bank sentral sehingga menampilkan momen ‘tidak akur’ antara pemerintahan dan bank sentral.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa kejadian tersebut berbanding terbalik dengan keadaan di Indonesia. Dimana saat ini kondisi keduanya masih sangat harmonis.
“Jeremy Powel (Gubernur The Fed) iri dengan saya, mereka dikiritk pemerintahnya. Kalau kita bisa diliat BI bagaimana mesranya antara pemerintah,” kata Perry di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019.
Perry menilai kolaborasi antar lembaga termasuk Pemerintah dan bank sentral sangat dibutuhkan. Walau begitu, pihaknya mengaku terus menjaga independensi dengan tidak mau diintervensi oleh siapapun termasuk presiden.
Tak hanya itu, saat ini BI bersama Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus berkomitmen menjaga stabilitas keuangan dan perekonomian nasional. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More