Perbankan

Beban Meningkat, Bank Danamon Masih Cetak Laba Rp1,57 T di Semester I-2023

Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) hingga semester I 2023 masih mampu membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,57 triliun, meski laba tersebut turun 9,77% secara tahunan (yoy), bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,74 triliun.

Penurunan laba tersebut disebabkan oleh beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) bank Danamon yang naik 30,76% di semester I 2023, menjadi Rp1,87 triliun. Serta, beban tenaga kerja naik 5,53% yoy jadi Rp3,05 triliun.

Capaian laba bersih tersebut masih ditopang oleh penyaluran kredit dan Trade Finance tumbuh 15% yoy, mencapai Rp161 triliun, hal ini ditopang oleh pertumbuhan kredit di semua segmen bisnis. Secara rinci, kredit untuk segmen Enterprise Banking & Financial Institution naik 11% yoy mencapai Rp74 triliun. Kredit konsumen mencatatkan tingkat pertumbuhan tertinggi, sebesar 28% yoy mencapai Rp14,2 triliun, lebih tinggi dari pertumbuhan 24% pada kuartal lalu. Sementara kredit UKM menunjukkan peningkatan 7% yoy.

Baca juga: Genjot Bisnis Consumer, Danamon Akuisisi Kredit Ritel Standchart

Sedangkan Kredit yang berasal dari Pembiayaan PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance), anak usaha Danamon, tumbuh 24% yoy mencapai Rp50,9 triliun. Selain itu, Adira Finance berhasil membukukan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total Pendanaan meningkat 5% yoy mencapai Rp140,8 triliun. Pendanaan Granular Danamon terus tumbuh sebesar 6,4% yoy.

Selanjutnya, Net Interest Margin (NIM) terus meningkat sebesar 35 basis poin (bps) sebesar 6,77% yoy menjadi Rp7,56 triliun di semester I 2023.

“Pencapaian pertumbuhan Kredit yang berkelanjutan diikuti dengan peningkatan NIM dan Pendapatan Operasional mencerminkan bahwa Danamon berada di jalur yang benar dalam strategi dan investasinya untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan bagi Bank. Kami akan sepenuhnya memaksimalkan keunikan kami sebagai bank hybrid, kombinasi kehadiran dan keahlian lokal yang kuat dengan kapabilitas dan jaringan global melalui ekosistem MUFG untuk memperluas bisnis kami dan mencapai level baru dalam kinerja kami,” kata Daisuke Ejima, Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia, dalam Konferensi Pers, Senin, 31 juli 2023.

Di sisi lain, Bank Danamon mencatat kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 6,77% yoy menjadi Rp7,56 triliun. Pendapatan berbasis komisi (fee based income) juga meningkat 4,67% yoy menjadi sebesar Rp1,12 triliun. Sedangkan Pendapatan Operasional meningkat 6% yoy menjadi Rp8,8 triliun.

Baca juga: Langkah Danamon Menuju Ekosistem Berkelanjutan

Bank Danamon mencatat Dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp124,98 triliun hingga Juni 2023, atau tumuh 2,65% yoy. Namun, Dana murah (current accounts savings accounts/CASA) bank menurun menjadi Rp69,27 triliun per Juni 2023, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp77,9 triliun. Adapun aset bank Danamon naik 5,35% yoy menjadi Rp203,93 triliun per Juni 2023.

Danamon juga berkomitmen untuk memperkuat Kualitas Asetnya dengan rasio Loan at Risk (LAR), termasuk restrukturisasi Covid-19 yang masih direlaksasi. Dimana LAR berhasil turun menjadi 12,9%, membaik 210 bps secara yoy.

Rasio cakupan Non Performing Loan (NPL) mencapai rekor tertinggi sebesar 259,9% karena Perseroan tetap menjaga kehati-hatian di tengah pertumbuhan kredit.

“Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank tetap menjadi salah satu yang terkuat di kategorinya. CAR konsolidasi mencapai 28,2% pada paruh pertama tahun 2023, jauh di atas persyaratan minimum,” jelasnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

OJK Dukung Rencana Purbaya Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting OJK menyatakan akan mengikuti dan mendukung keputusan akhir Kementerian Keuangan terkait rencana pengambilalihan… Read More

15 mins ago

Asing Net Sell Rp1,77 Triliun, Saham BMRI, BBRI, dan ANTM Paling Banyak Dilego

Poin Penting Net foreign sell tembus Rp1,77 triliun, didominasi sektor keuangan (perbankan besar) dan energi,… Read More

39 mins ago

Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan dengan Iran, Ini Syaratnya

Poin Penting: Presiden AS Donald Trump menetapkan gencatan senjata dua pekan sebagai hasil komunikasi dengan… Read More

45 mins ago

Mirae Asset Sebut Tekanan Eksternal Masih Bayangi IHSG dan Rupiah

Poin Penting Sentimen risk-off masih dominan, terlihat dari IHSG yang sempat turun di bawah 7.000… Read More

58 mins ago

Cadangan Devisa Indonesia Menyusut jadi USD148,2 Miliar, Ini Penjelasan BI

Poin Penting Cadangan devisa RI turun menjadi USD148,2 miliar per Maret 2026 dari USD151,9 miliar… Read More

1 hour ago

Nasib Gaji ke-13 ASN 2026 Belum Pasti, Menkeu Purbaya: Masih Dipelajari

Poin Penting: Pemerintah masih mengkaji apakah gaji ke-13 ASN akan terkena efisiensi anggaran. Keputusan final… Read More

1 hour ago