Headline

Beban Membengkak, Laba Bursa Merosot

Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau bursa mengalami tantangan yang berat sepanjang 2015. Hal ini bisa dilihat dari laporan keuangan perseroan.

Dimana pendapatan turun 11,67%, dari Rp1,19 triliun di 2014 menjadi Rp1,05 triliun di 2015.

Tren pelemahan IHSG sebesar 12% di 2015 cukup berpengaruh besar bagi turunnya pendapatan investasi BEI menjadi Rp42,04 miliar, dari posisi tahun 2014 sebesar Rp241,56 miliar.

Di 2015, beban usaha BEI pun mengalami kenaikan 14,63% dari Rp811,77 miliar menjadi Rp930,54 miliar. Kontribusi terbesar dari beban usaha berasal dari pos beban gaji dan tunjangan yang meningkat 19,07% dari Rp308,361 miliar menjadi Rp367,15 miliar, dan pos biaya tahunan OJK yang meningkat 58,03% menjadi Rp145,52 miliar dari Rp92,08 miliar.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio, mengatakan, manajemen bursa pun telah mengambil ‎langkah-langkah penyesuaian untuk menghindari pertumbuhan laba negatif di 2015.

“Beberapa langkah kebijakan dilakukan seperti efisiensi ‎dan efektifitas anggaran,” jelas Tito, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Langkah penyesuaian tersebut cukup terbukti untuk memastikan laba usaha tetap positif sekalipun ada penurunan nilai transaksi, selain juga memangkas beban-beban biaya melalui penghematan anggaran.

Langkah penyesuaian yang dilakukan oleh manajemen membuat BEI berhasil membukukan laba sebelum pos lain sebesar Rp125,28 miliar, walaupun jumlah tersebut mengalami perubahan 67,33%.

Efisiensi yang dilakukan oleh manajemen juga membuat BEI berhasil menutup tahun 2015 dengan pencapaian laba bersih tahun berjalan sebesar Rp118,78 miliar, meski turun 69,69%. (*) Dwitya Putra

 

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

2 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

2 hours ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

5 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

5 hours ago

Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More

5 hours ago

KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN Kembangkan EBT 180 MW

Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More

5 hours ago