Keuangan

Beasiswa Harry Diah, Strategi AAJI Cetak Generasi Melek Asuransi

Poin Penting

  • AAJI teken MoU dengan UNEJ untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui kolaborasi pendidikan dan riset.
  • Program Beasiswa Harry Diah (BHD) mendukung riset mahasiswa S1–S3 terkait asuransi jiwa dengan insentif hingga Rp20 juta.
  • Generasi muda jadi fokus penguatan industri, baik sebagai nasabah maupun calon profesional di sektor asuransi jiwa.

Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperkuat komitmen literasi dan inklusi keuangan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Jember (UNEJ).

Dalam kerja sama tersebut, AAJI memperkenalkan Program Beasiswa Harry Diah (BHD) kepada civitas academica UNEJ. Program ini ditujukan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 yang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi dengan topik terkait industri asuransi jiwa.

Pengenalan beasiswa ini sekaligus menjadi langkah memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Suku Bunga BI Turun ke 5 Persen, AAJI Beberkan Dampaknya bagi Industri Asuransi Jiwa

PIt. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Handojo G. Kusuma, menekankan bahwa BHD merupakan jembatan antara dunia akademik dan praktik industri.

“Melalui Beasiswa Harry Diah, kami ingin mendorong agar riset mahasiswa tidak berhenti sebagai kewajiban akademik semata, tetapi mampu memberikan solusi nyata bagi industri dan masyarakat,” ujar Handojo dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 18 Februari 2026.

Di samping itu, Handojo juga mengingatkan bahwa asuransi jiwa bukan semata produk finansial, melainkan instrumen perlindungan keluarga.

“Asuransi jiwa sering disalahartikan sebagai produk yang berbicara tentang kematian. Padahal pada dasarnya asuransi jiwa adalah tentang kehidupan, tentang memastikan keluarga tetap bisa melanjutkan hidup ketika risiko terjadi,” imbuhnya.

Dukungan Riset dan Regenerasi Industri

Handojo menambahkan, program BHD telah berjalan sejak 2024. Hingga Desember 2025, program ini telah menggandeng 11 perguruan tinggi dan menjangkau 46 penerima beasiswa, terdiri atas 34 mahasiswa S1, 9 mahasiswa S2, dan 3 mahasiswa S3. 

Selain itu, AAJI memberikan insentif riset sebesar Rp10 juta untuk S1, Rp15 juta untuk S2, dan Rp20 juta untuk S3. Dana dicairkan bertahap sesuai progres penyelesaian tugas akhir. 

Baca juga: Empat Aturan OJK jadi Fokus AAJI Kawal Industri Asuransi, Apa Saja?

AAJI menilai keterlibatan generasi muda, baik sebagai nasabah maupun profesional, menjadi kunci keberlanjutan industri di masa depan.

Adapun, dengan literasi yang kuat, generasi muda diharapkan mampu mengelola risiko dan merencanakan keuangan dengan lebih matang, sekaligus melihat industri asuransi jiwa sebagai rang kontribusi dan peluang karier lintas disiplin. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

6 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

11 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

11 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

11 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

11 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

12 hours ago