Moneter dan Fiskal

Bea Cukai Se-ASEAN Sepakat Dorong Kelancaran dan Keamanan Arus Perdagangan di Kawasan

Jakarta – Negara anggota ASEAN sepakat untuk memperkuat kolaborasi dan kerja sama demi terciptanya kelancaran dan keamanan arus perdagangan di kawasan. Kesepakatan ini membahas berbagai isu kerja sama administrasi kepabenaan ASEAN, melalui monitoring implementasi 15 butir Strategic Plan of Customs Development (SPCD).

Seperti diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan perwakilan administrasi pabean dari seluruh Negara Anggota ASEAN, yaitu the 39th ASEAN Coordinating Committee on Customs (CCC), yang berlangsung pada 7-9 November 2023 di Bali. Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat setingkat Direktur/Eselon II dari masing-masing administrasi kepabeanan Negara Anggota ASEAN. 

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani menyampaikan pentingnya peran Bea Cukai dalam rantai pasokan logistik perdagangan internasional. Bea Cukai berada di garis depan dalam penyederhanaan prosedur perdagangan lintas batas, mengurangi biaya perdagangan, dan mempercepat pergerakan barang.

Di sisi lain, Bea cukai juga bertanggung jawab untuk mengawasi dan memastikan keamanan lintas batas negara melalui penilaian berbasis risiko dan pemanfaatan teknologi, dalam menghadapi potensi ancaman dan peredaran barang-barang berbahaya/ilegal.

Baca juga: Ekonomi ASEAN Diproyeksi Tumbuh 4,5 Persen di 2024, Airlangga Ungkap Faktor Pendorongnya

“Untuk menyeimbangkan kedua hal tersebut, diperlukan kolaborasi, teknologi, transparansi, dan peningkatan kapasitas, sambil terus membangun kemitraan dengan lembaga pemerintah lainnya, mitra wicara, serta sektor swasta. Menemukan keseimbangan yang tepat akan mendorong pertumbuhan ekonomi, keamanan regional, dan mewujudkan kawasan regional ASEAN yang makmur,” ungkap Askolani dalam keketerangannya Kamis 9 November 2023.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh delegasi Negara Anggota ASEAN secara aktif terlibat dalam diskusi mengenai prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, kepatuhan dan penindakan di bidang kepabeanan, serta peningkatan kapasitas di bidang kepabeanan.

Pertemuan ini juga menekankan pentingnya kemitraan yang erat antara ASEAN dan mitra wicara yang hadir seperti Australia, Jepang dan Korea, untuk membahas peluang-peluang kerja sama, khususnya di bidang peningkatan kapasitas administrasi kepabeanan.

Para delegasi menyambut baik komitmen yang diberikan oleh mitra wicara, dalam mendukung upaya ASEAN untuk memperkuat integritas dan efektivitas prosedur pabean dan fasilitasi perdagangan, serta keamanan rantai pasok perdagangan di ASEAN. 

Adapun, beberapa capaian kerja sama kepabeanan yang dibahas dalam pertemuan the 39th CCC, antara lain pertama, implementasi ASEAN Harmonised Tariff Nomenclature (AHTN) 2022 di 10 Negara Anggota ASEAN dan menyiapkan review AHTN 2022, serta adanya implementasi ASEAN Customs Transit System (ACTS) di 6 Negara Anggota ASEAN dengan peningkatan jumlah pergerakan ACTS sejak operasional langsung dan upaya untuk secara bertahap memperluas implementasi ACTS di Negara Anggota ASEAN lainnya.

Selanjutnya, terdapat penandatanganan ASEAN Authorized (AAMRA) oleh 10 Negara Anggota ASEAN dan persiapan fase pertama dari uji coba AAMRA di 6 negara anggota ASEAN yang sudah siap, termasuk Indonesia.

Baca juga: Jokowi: Nilai Perdagangan Australia di ASEAN Lebih Tinggi Dibanding AS dan Jepang

Capaian selanjutnya, adanya pertukaran dokumen elektronik melalui ASEAN Single Window (ASW), seperti ASEAN Customs Declaration Documents (ACDD) dan e-Certificate of Origin (e-COO) ATIGA, termasuk upaya untuk beralih sepenuhnya ke transmisi e-Form pada akhir 2023, menggantikan salinan cetak e-COO ATIGA.

Selain itu, terdapat pula pertukaran informasi intelijen dan persiapan pelaksanaan ASEAN Joint Customs Control. Kemudian, adanya pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan administrasi kepabenan di berbagai bidang. 

Capaian-capaian tersebut menandai komitmen kuat ASEAN dalam memperkuat kerjasama kepabeanan guna mendorong fasilitasi perdagangan, melalui peningkatan kerjasama keamanan lintas batas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

“Dengan terus memperkuat kerangka kerjasama ini serta semangat kolaborasi yang kuat, ASEAN yakin dan siap untuk mengatasi tantangan di masa depan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan,” jelasnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

45 mins ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

48 mins ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

1 hour ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen ke Level 9.075

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

1 hour ago

Lampaui Target, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931,2 Triliun

Poin Penting Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen (yoy) dan melampaui target… Read More

1 hour ago