Perbankan

BCA Tetap Tambah Kantor Cabang saat Bank Lain Pangkas Jaringan, Ini Alasannya

Poin Penting

  • BCA terus menambah kantor cabang meski tren industri perbankan nasional justru memangkas jaringan fisik.
  • Transaksi digital mendominasi secara frekuensi (99,8%), namun nilai transaksi di kantor cabang masih di atas 30% untuk layanan kompleks.
  • Ekspansi cabang didorong kepercayaan nasabah dan peluang Indonesia Timur, seiring transformasi cabang digital tanpa mengurangi karyawan.

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat jumlah kantor cabang terus bertambah di tengah masifnya digitalisasi layanan perbankan. Di saat banyak bank memangkas jaringan fisik karena pergeseran transaksi ke kanal digital, BCA justru memilih memperluas jangkauan cabangnya.

“Di tengah pergerakan kondisi ke arah digital, BCA justru menganggap layanan fisik masih penting untuk nasabah. Human touch masih diperlukan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas,” kata SVP Operation Strategy & Development BCA, Setiady dalam keterangannya, dikutip, Rabu, 11 Februari 2026.

Baca juga: Resmi Diluncurkan, Ocean by BCA Siap Permudah Pelaku Usaha Kelola Bisnis

Setiady menyampaikan, dalam empat tahun terakhir jumlah kantor cabang BCA terus meningkat. Pada 2025, BCA memiliki 1.270 kantor cabang, naik dibandingkan 2021 yang tercatat sebanyak 1.242 kantor cabang.

Kondisi ini berbeda dengan tren industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah kantor bank umum mencapai 23.538 unit pada Juni 2025, turun 632 kantor dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepercayaan Nasabah Jadi Kunci

Menurut Setiady, kepercayaan dan perilaku konsumen menjadi kunci dari peningkatan jumlah kantor cabang BCA.

“Kecenderungan masyarakat Indonesia masih memercayakan sesuatu, terutama asetnya kepada institusi yang tampak secara fisik, sehingga kehadiran kantor cabang esensial untuk mendorong kepercayaan nasabah. Selain itu, masyarakat yang membutuhkan transaksi dalam jumlah besar dapat dengan nyaman bertransaksi langsung melalui frontliner kami di kantor cabang,” ujar Setiady.

Baca juga: BCA Pastikan Rating Moody’s Tak Berdampak ke Kinerja Kredit

Setiady mengungkapkan, meski sekitar 99,8 persen frekuensi transaksi BCA telah diproses secara digital, secara nominal transaksi di kantor cabang masih menyumbang lebih dari 30 persen.

Nasabah yang datang ke cabang umumnya membutuhkan layanan transaksi kompleks, seperti advisory investasi dan kredit, yang memerlukan interaksi langsung dengan frontliner untuk memperoleh informasi yang lebih personal dan komprehensif.

Dorong Ekspansi ke Indonesia Timur

Selain faktor layanan, perkembangan ekonomi regional, khususnya di kawasan Indonesia Timur, juga menjadi alasan BCA terus menambah jaringan kantor cabang.

“Masih banyak wilayah di Indonesia Timur yang belum terjangkau oleh BCA. Bila ingin memperluas pasar, salah satu yang dapat dilakukan BCA adalah dengan mendirikan cabang-cabang baru supaya jumlah nasabah BCA yang saat ini hampir mencapai 40 juta dapat ditingkatkan,” ungkap Setiady.

Baca juga: BCA Pede Penyaluran KPR Tumbuh 7 Persen di 2026, Begini Strateginya

Ekspansi cabang ini sejalan dengan peningkatan jumlah mesin ATM BCA. Hingga saat ini, BCA mengoperasikan lebih dari 20.000 ATM di seluruh Indonesia, naik dari 18.034 unit pada 2021.

Cabang Digital Tanpa Kurangi Karyawan

Setiady menambahkan, pelayanan kantor cabang BCA telah bertransformasi menjadi cabang digital sejak 2018. Nasabah kini dapat memanfaatkan berbagai mesin dan aplikasi digital secara mandiri, seperti eBranch, CS Digital, eService, hingga STAR Teller.

Namun, Setiady memastikan, inovasi tersebut dipastikan tidak berdampak pada pengurangan tenaga kerja.

“Penggunaan aplikasi digital di kantor cabang bertujuan untuk menciptakan pelayanan yang lebih cepat dan efisien. Dengan model seperti ini, karyawan di kantor cabang pun memiliki waktu yang lebih banyak untuk menjalin hubungan dengan nasabah dan memberikan pelayanan yang lebih personal. Transformasi cabang digital dan peningkatan relationship dengan nasabah akan menjadi dua pilar utama dalam pengembangan layanan BCA di kantor cabang,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

BEI Kembali Lanjutkan Pertemuan dengan MSCI, Ini Hasilnya

Poin Penting BEI mengajukan poin tambahan ke MSCI, yakni penerbitan shareholders concentration list untuk saham… Read More

2 hours ago

Benarkah Iklim Investasi di Indonesia Memburuk? Ini Pandangan LLV

Poin Penting IHSG tak sepenuhnya mencerminkan iklim investasi RI, karena banyak investor asing masuk lewat… Read More

3 hours ago

Hasil Evaluasi MSCI Februari 2026: INDF Turun, ACES dan CLEO Keluar

Poin Penting MSCI merilis rebalancing Februari 2026 tanpa penambahan saham Indonesia, dengan tanggal efektif 28… Read More

4 hours ago

Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Gugat KPK Lewat Praperadilan Kasus Kuota Haji

Poin Penting Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan terkait… Read More

5 hours ago

Menkop Ferry Ajak Polri Sukseskan Kopdes Merah Putih di Seluruh Indonesia

Poin Penting Kemenkop mengajak Polri bersinergi mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kopdes Merah Putih… Read More

5 hours ago

Ketua Umum DAI Imbau Industri Asuransi Sesuaikan Produk dengan Kebutuhan Masyarakat

Poin Penting DAI menilai produk asuransi perlu bertransformasi dari sekadar produk menjadi solusi berbasis kebutuhan… Read More

5 hours ago