News Update

BCA Tak Khawatir Dana Repatriasi Tax Amnesty Kabur

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku tidak khawatir terhadap dampak dari masa tahan (holding period) dana repratiasi program pengampunan pajak (tax amnesty) yang akan berakhir pada tahun ini.

Direktur BCA Henry Koenaifi menyampaikan, pihaknya tidak khawatir dengan adanya arus keluar dana ke luar negeri tersebut sebab dana repratiasi tersebut tidaklah besar.

“Dana total itu kan Rp138 triliun, tapi di kami kan tidak sampai segitu. hanya kecil lah jumlahnya, sekitar USD3 miliar,” kata Henry di Menara BCA Jakarta Rabu 9 Januari 2019.

Henry mengatakan, jumlah dana repatriasi tax amnesty yang berada di BCA sangatlah kecil. Sehingga, dirinya yakin nasabahnya tidak akan memindahkan dananya ke luar negeri.

“Saya pikir 50 persennya tidak ada kabur. Menurut saya tidak akan. Soalnya kan bisa convert, yield nya bagus jadi kenapa harus pindah?” tambah Henry.

Baca juga: BCA: Selama Rupiah Tidak Menguat “Gila-Gilaan”, Pengusaha Masih Aman

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah telah menyelenggarakan program tax amnesty pada pertengahan 2016 hingga Maret 2017.

Dalam program tersebut, Pemerintah menawarkan tarif tebusan yang lebih rendah bagi wajib pajak yang mau melakukan repatriasi atau pemulangan hartanya dari luar negeri. Dengan catatan, dana tersebut wajib diinvestasikan di dalam negeri selama tiga tahun. Ini artinya, masa tahan berakhir mulai semester II 2019.

Kementerian Keuangan sendiri mencatat, total komitmen dana repatriasi mencapai Rp147 triliun dari 3.000 peserta pengampunan pajak. Namun, merujuk kepada data dari bank penerima tercatat realisasinya di bawah nilai itu, sebesar Rp138 triliun. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

24 mins ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

38 mins ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

46 mins ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

2 hours ago

Prabowo Kumpulkan Tokoh dan Ormas Islam di Istana, Mensesneg Buka Suara

Poin Penting Presiden Prabowo bertemu tokoh dan ormas Islam di Istana untuk berdiskusi dan menampung… Read More

2 hours ago

Purbaya soal Ancaman Turun Peringkat MSCI: Pemerintah Ambil Langkah Tepat

Poin Penting Pemerintah menanggapi peringatan MSCI dengan berkomitmen meningkatkan transparansi pasar modal, termasuk terkait porsi… Read More

3 hours ago