Perbankan

BCA Syariah Perdalam Model Bisnis Bullion Bank

Jakarta – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) tengah menjajaki bisnis bullion bank atau usaha yang berkaitan dengan emas. Hal ini berkaitan dengan memperbesar pangsa pasar produk Pembiayaan Emas iB milik perseroan.

“Direksi punya rencana untuk itu. Saat ini kita masih mempelajari lebih dalam model bisnisnya kemudian potensi yang akan kita garap ke sana,” kata Bukit Mas Siahaan, Kepala Satuan Kerja Bisnis Retail dan Konsumer BCA Syariah usai acara Mini Studio: Akselerasi Inklusi Keuangan Melalui Pembiayaan Konsumer Syariah Berkelanjutan, di ICE BSD, Tangerang, Minggu, 23 Februari 2025.

Diakuinya, BCA Syariah belum bisa memastikan kapan bisnis bullion bank ini akan diluncurkan mengingat segala aspek yang harus dipersiapkan.

“Jadi, banyak sekali yang harus kita persiapkan ya,” bebernya.

Sembari mempersiapkan bisnis bullion bank, kata dia, BCA Syariah bakal segera meluncurkan produk tabungan emas di 2025.

Baca juga : BSI Siapkan Infrastruktur Bullion Bank, Incar Pertumbuhan di 2025

Hal ini mengingat potensi emas sebagai instrumen investasi tetap kuat di tengah tren kenaikan harga emas global.

“Kami melihat harga emas naik, dan animo masyarakat terhadap emas semakin tinggi. Banyak masyarakat yang kini menganggap emas sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik,” ujar Direktur PT Bank BCA Syariah, Pranata, seperti diberitakan Infobanknews, pada 20 Februari 2025.

Bisnis Bullion Bank

Diketahui, Pegadaian telah lebih dulu mendapatkan izin untuk menjalankan kegiatan usaha bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Izin tersebut diberikan melalui Surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion PT Pegadaian dengan nomor surat S-325/PL.02/2024.

Dengan izin tersebut, Pegadaian dapat melakukan berbagai kegiatan usaha bullion, termasuk Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, hingga Perdagangan Emas.

Langkah ini merupakan pencapaian signifikan yang tidak hanya memperkuat peran Pegadaian dalam ekosistem Ultra Mikro (UMi), tetapi juga menjadi tonggak penting dalam mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

Baca juga : OJK Ungkap BSI dan Pegadaian Paling Siap jadi Bullion Bank

Selain Pegadaian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) tengah mempersiapkan strategi bisnis baru melalui pengembangan bullion bank atau bank emas. Langkah ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi bank pelat merah tersebut.

“Nanti kita siapkan itu (bullion bank) itu,” ujar Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2025, di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2025.

Senada, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pun sudah mendapatkan izin saha bullion yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk Perdagangan Emas dan Penitipan Emas.

“BSI mendapatkan izin dari OJK terkait penyelenggaraan kegiatan usaha bullion dan hal ini menjadi dasar (legal standing) bagi perseroan untuk mulai menjalankan bisnis bullion bank,” ujar Tribuana Tunggadewi, Direktur Kepatuhan dan SDM BSI. (*)

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah ke 8.141, Mayoritas Sektor Terkoreksi

Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More

1 hour ago

Bank KBMI 3 di Antara Goliath dan David, Jalan Tengah yang Paling Diuji

Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More

1 hour ago

Fundamental Solid, Permata Bank Siap Penuhi Free Float 15 Persen

Poin Penting Porsi saham free float Permata Bank sekitar 10 persen, telah melampaui ketentuan minimum… Read More

2 hours ago

BEI Prioritaskan 49 Emiten Besar Penuhi Aturan Free Float 15 Persen

Poin Penting BEI mulai pilot project kenaikan free float 15 persen dengan menyasar 49 emiten… Read More

2 hours ago

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025 Capai 5,11 Persen

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,11 persen… Read More

3 hours ago

Restitusi Pajak 2026 Diperkirakan Rp270 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai restitusi pajak pada 2026 sebesar Rp270 triliun. Proyeksi… Read More

3 hours ago