Perbankan

BCA Syariah Dorong Pengembangan UMKM Perempuan

Jakarta – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) terus berkomitmen mendorong pengembangan pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) perempuan. BCA Syariah pun baru saja menutup rangkaian program pendampingan dan pengembangan kapasitas bagi pelaku UMKM perempuan, serta memberikan penghargaan kepada tiga peserta UMKM dengan performa terbaik.

Direktur BCA Syariah, Ina Widjaja mengatakan BCA Syariah memberikan penghargaan untuk tiga peserta terbaik, diantaranya Robiatul Adawiyah, founder Batik Tjakraningrat; Yessie Natasia Mareti dari brand Fashionistas dan Carolina Ardelia dari brand Calore Art & Crafts. Penilaian peserta mempertimbangkan kombinasi dari tiga aspek, yaitu bisnis, dampak keberlanjutan serta profil kepemimpinan.

“Tiga peserta terbaik dipilih berdasarkan performa bisnis, dampak signifikan dari usaha terhadap sosial dan lingkungan, serta memiliki kemampuan leadership yang menonjol serta aktif membagikan ilmu ke pelaku UMKM di komunitas sekitar melalui kegiatan mentoring. Kami mengucapkan selamat kepada pemenang, semoga pengetahuan yang diperoleh selama program dapat diimplementasikan untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memberikan dampak bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya, secara virtual, Kamis, 2 Mei 2024.

Baca juga: BCA Bukukan Laba Bersih Rp12,9 Triliun di Kuartal I-2024, Tumbuh 11,7 Persen

Ina menambahkan program pemberdayaan dan pelatihan UMKM perempuan merupakan bagian dari implementasi strategi keuangan berkelanjutan BCA Syariah pada pilar institusi yang kontributif dan bertanggung jawab. BCA Syariah senantiasa berupaya melaksanakan tanggung jawab sosial untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan literasi keuangan syariah.

Dalam program WEpreneur tahunan ini, 40 UMKM binaan yang disebut dengan BigSista telah mendapatkan pelatihan intensif melalui kelas bootcamp dari expert dan praktisi industri berpengalaman. BigSista juga telah meneruskan ilmu yang telah diperoleh dari sesi boothcamp melalui program micro-mentoring dan secara total telah melakukan 58 kegiatan micro-mentoring dan berhasil menjangkau hingga 1.528 pelaku UMKM perempuan lainnya sebagai peserta edukasi.

Dari total peserta, BCA Syariah menyeleksi 20 BigSista terpilih untuk mengikuti kegiatan business pitching competition. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembekalan untuk melatih kemampuan para BigSista menarik investor untuk meningkatkan skala usaha.

Dalam kegiatan ini peserta diberikan pembekalan untuk mempertajam ide usaha, menyusun proposal bisnis dan mempresentasikannya dengan menarik. Potensi para pelaku UMKM perempuan di Indonesia sangat besar seiring dengan peluang pasar yang masih luas.

UMKM perempuan di Indonesia juga telah menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data BPS tahun 2021, perempuan mengelola 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia atau sekitar 37 juta UMKM dengan proyeksi di tahun 2025 memiliki total nilai sebesar USD 135 miliar.

Co-Founder Shestarts.id, Geraldine Christina mengatakan peran perempuan telah menjadi elemen yang tak terhindarkan dalam ekosistem UMKM. Banyak contoh yang menunjukkan bahwa UMKM yang dikelola oleh perempuan memiliki keunggulan kompetitif karena kepekaan mereka terhadap masalah sosial dan lingkungan serta kemampuan inovasi mereka.

Baca juga: Upaya BCA Syariah Perkuat Inklusi Keuangan Syariah

“Data dari Word Economic Forum menyatakan satu dari dua usaha sosial di seluruh dunia dipimpin oleh perempuan, dibandingkan dengan 1 dari 5 usaha konvensional. Kontribusi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial sangatlah besar,” kata Geraldine, Kamis, 2 Mei, 2024.

BCA Syariah senantiasa mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah baik melalui edukasi dan penyaluran pembiayaan. Sampai dengan Maret 2024 BCA Syariah telah melakukan penyaluran pembiayaan UMKM sebesar Rp1,9 triliun.

Komposisi pembiayaan UMKM BCA Syariah mencapai 20,70% dari total pembiayaan yang mencapai Rp9,3 triliun. Penyaluran pembiayaan UMKM juga menjadi kontributor terbesar dalam portfolio keuangan berkelanjutan dengan komposisi sebesar 69,85% dari total pembiayaan berkelanjutan yang tercatat sebesar Rp2,7 triliun. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Askrindo dan Pemkab Bone Bersinergi Perkuat Pelindungan Risiko dari Aset hingga Usaha Mikro

Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More

1 hour ago

Hadirkan Fasilitas Kesehatan Premium, BRI Life dan RS Awal Bros Jalin Kolaborasi Strategis

Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More

1 hour ago

Jamkrindo Bukukan Laba Bersih Rp1,05 Triliun pada 2025

Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More

2 hours ago

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Begini Respons OJK

Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More

2 hours ago

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More

3 hours ago