Nasional

BCA Syariah Dorong Pemberdayaan UMKM Perempuan

Jakarta – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mendukung pemberdayaan UMKM perempuan di Indonesia melalui program WEpreneur 3.

Program ini merupakan inisiatif strategis BCA Syariah untuk mendukung pertumbuhan wirausaha perempuan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, WEpreneur 3 by BCA Syariah hadir sebagai sebuah ekosistem berbasis komunitas yang saling berdaya, berbagi nilai, kolaboratif dan berbasis keberkahan. 

“Tidak hanya berorientasi pada profit, kami juga akan mendorong peserta untuk dapat memberikan kontribusi sosial bagi masyarakat,” katanya, dikutip Minggu, 3 Agustus 2025.

Baca juga : Kredit UMKM Merana, OJK Siapkan POJK untuk UMKM

Ia menjelaskan, pada tahun ini BCA Syariah fokus pada pengusaha UMKM perempuan di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Program ini akan dilakukan dengan durasi tiga bulan.

Dalam pelaksanaannya, BCA Syariah berkolaborasi dengan The Local Enablers, sebuah social enterprise atau ekosistem inovatif di Indonesia yang berfokus pada pendampingan kewirausahaan, terutama bagi UMKM dan bisnis rintisan (startup).

Baca juga : Siapkan UMKM Bersaing di Pasar Ritel Nasional dan Ekspor, Aprindo Lakukan Ini

Menurutnya, kegiatan yang akan dilaksanakan tidak sekadar menyampaikan pelatihan, tetapi juga dirancang untuk membentuk ruang tumbuh yang dapat memfasilitasi transformasi para pengusaha.

“Kami meyakini bahwa pemberdayaan UMKM perempuan bukan hanya tentang memberikan akses pelatihan dan modal, tetapi juga tentang membangun daya tahan dan ketangguhan dalam menghadapi dinamika usaha yang terus berubah,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

5 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

5 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

5 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

15 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

16 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

17 hours ago