BCA Raih Penghargaan dalam Euromoney Awards for Excellence 2018
Tambahan modal ini sejalan dengan niat anak usaha syariahnya untuk masuk dalam jajaran bank BUKU II dalam pengembangan usaha. Dwitya Putra
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melakukan peningkatan modal pada anak usahanya, PT Bank BCA Syariah senilai Rp400 miliar.
Corporate Secretary BCA, Inge Setiawan dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Senin, 7 September 2015 mengatakan peningkatan modal sebanyak 400 ribu lembar saham yang dikeluarkan PT Bank BCA Syariah tersebut dilakukan pihaknya pada 3 September 2015.”Langkah ini sejalan dengan rencana strategis kami dalam memperkuat hubungan dengan nasabah,” kata Inge.
Inge menambahkan, perseroan terus meningkatkan penyediaan layanan dan produk keuangan yang semakin komprehensif bersama-sama dengan anak usaha.
Sejak diakuisisi oleh BCA pada 2009, BCA Syariah menunjukkan perkembangan kinerja usaha yang positif. Total pendanaan meningkat 43%, laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) 2010-2014 menjadi Rp2,3 triliun dengan total pembiyaan tumbuh 49% menjadi Rp2,1 triliun. Selain itu total aset naik 36% CAGR (2010-2014) menjadi Rp2,9 triliun pada akhir 2014.
BCA Syariah berencana melakukan penambahan modal sebesar Rp400 miliar dan masuk dalam jajaran bank BUKU II sehingga dapat mendukungpengembangan usaha yang lebih dan meningkatkan skala bisnis. (*)
Poin Penting Jadwal libur bank saat Lebaran 2026 berlangsung bersamaan dengan rangkaian libur Nyepi dan… Read More
Poin Penting Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran. Efisiensi dialihkan ke… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup naik 1,14% ke level 7.102,20, hampir seluruh sektor menunjukkan… Read More
Poin Penting BEI menetapkan libur bursa selama lima hari kerja pada 18–24 Maret 2026 terkait… Read More
Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More
Oleh Mahendra Siregar, Pengamat Geopolitik SEPANJANG sejarah 100 tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) tidak pernah… Read More