Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil masuk jajaran tiga besar untuk kategori kepuasan atau satisfaction pada survei “Satisfaction, Loyalty, dan Engagement (SLE) 2021”. Bank yang dipimpin oleh Jahja Setiaatmadja ini tercatat menempati posisi teratas dalam beberapa segmen layanan kepuasan untuk bank BUKU 4, seperti untuk layanan satpam, customer service, teller, dan ATM.
Untuk satpam, BCA menempati posisi pertama dengan skor 82,62%. Untuk customer service, BCA juga masuk posisi pertama dengan skor 81,86%. Untuk layanan teller, tingkat kepuasan customer lagi-lagi membuat BCA menempati posisi pertama dengan skor 82,77%. Untuk layanan ATM, tingkat kepuasan customer terhadap BCA kembali mengangkat BCA ke posisi satu untuk segmen ATM ini dengan skor 81,88%. Sementara untuk tingkat kepuasan pada layanan kantor cabang dan mobile banking, BCA menempati posisi dua.
Pada tingkat kepuasan layanan kantor cabang, bank dengan perolehan laba tertinggi pada tahun 2020 ini meraih skor 79,72%. Sementara untuk mobile banking, BCA meraih skor 81,40%. Ternyata peraihan cemerlang ini juga didapat BCA pada tingkat kepuasan dari survei SLE tahun 2020 dimana BCA menempati peringkat dua dengan total skor kepuasan layanan mencapai 78,30%.
Di samping itu, BCA juga menempati peringkat tiga untuk “Marketing Engagement Index 2021” pada kategori bank BUKU 4, dengan raihan skor 57,77%.
Untuk informasi tambahan, BCA telah mencatatkan sejarah baru, yakni total nilai aset perusahaan yang berhasil tembus Rp1.000 triliun. Aset BCA tumbuh 17% secara tahunan sepanjang tahun 2020 lalu menjadi Rp1.075,6 triliun. Ditambah lagi dana pihak ketiga (DPK) BCA juga tercatat sehat, dengan current account and savings account (CASA) tumbuh 21,0% menjadi Rp643,9 triliun. (*) Steven
Poin Penting Bank sentral global kompak dukung Jerome Powell usai ancaman pidana dari Donald Trump.… Read More
Poin Penting Pendanaan pindar cenderung meningkat saat Ramadan, didorong naiknya kebutuhan konsumsi dan modal usaha… Read More
Poin Penting Rupiah melemah ke level Rp16.864 per dolar AS, namun pemerintah menilai kondisi tersebut… Read More
Poin Penting Rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global, termasuk tensi geopolitik… Read More
Poin Penting Muhammadiyah menilai ketidakpastian hukum di sektor perbankan berdampak luas terhadap penyaluran kredit dan… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat tipis 0,04 persen ke level Rp16.870 per dolar AS pada… Read More