BCA Siapkan Strategi Antisipasi Kenaikan Suku Bunga
Jakarta – Bank Indonesia (BI) pada waktu lalu telah memutuskan menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Menanggapi hal tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku memiliki strategi khusus dalam menetapkan suku bunga kreditnya.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengaku pihaknya belum berniat untuk menaikan suku bunga bank miliknya. Namun pihaknya mengaku telah menaikkan suku bunga deposito miliknya.
“Suku bunga kredit belum naik, tapi kalau deposito udah kita naikin bunga deposito kira-kira sekitar 1% atau 100 basis poin (bps) dari Maret. Sedangkan kredit so far belum,” kata Jahja di Menara BCA Jakarta, Senin 9 Juli 2018.
Baca juga: BCA Bidik Pertumbuhan Kredit 13% Pada Semester 1-2018
Tak hanya itu, pihaknya juga lebih hati-hati untuk menaikan bunga KPRnya kedepannya. Pihaknya mengaku suku bunga yang telah ditawarkan saat ini masih cukup menarik bagi para kreditur.
“Ya nanti kita harus lihat blended cost kita ke depan KPR, takutnya ‘tenggelam’ kan kalau harus naik-naik terus. Kita kan KPR kasih bunga fix untuk 3 tahun, ini yg kita musti agak lihat-lihat juga ke depan,” tambah Jahja.
Selain itu, melalui laman resminya, per 30 Juni BCA juga memberlakukan suku bunga dasar kredit (SBDK) baru. Tercatat suku bunga kredit korporasi, retail, dan kredit pemilikan ruman (KPR) dan Non KPR tercatat senilai 9.75%, 9,90%, 9,90% dan 7,47%.(*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More