News Update

BCA Siapkan Skema Restrukturisasi Kredit Bagi Korban Bencana Palu

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku telah menyiapkan skema  restrukturisasi kredit bagi para debitur yang terdampak bencana gempa dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng). Langkah ini sejalan dengan aturan regulator yang tertuang dalam POJK No. 45/POJK.03/2017 tentang Perlakuan Khusus Terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.

“Saat ini memang kita sedang menyusun skemanya untuk memberikan keringanan terhadap para nasabah kita yang terkena bencana di Palu dan sedang kita mintakan persetujuan ke direksi nya. Tapi dalam waktu segera pasti akan kami keluarkan,” kata Executive Vice President of Consumer Credit Business BCA Felicia M. Simon di Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

Felicia menyebut, hingga saat ini tercatat terdapat 338 debitur KPR yang berada di wilayah Sulawesi Tengah tersebut. Namun pihaknya belum mendata lebih dalam mengenai debitur yang terkena bencana tersebut.

“Palu ada 338 orang debitur, itu total debitur KPR ya bukan yang kena musibah. Kita kan lagi perlu mendata juga dengan cabang setempat ada berapa sih yang kena musibah,” kata Felicia.

Dihubungi terpisah, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyebut pada awal musibah gempa dan tsunami terjadi, terdapat 1 Kantor Cabang Utama (KCU) dan 2 Kantor Cabang Pembantu (KCP) yang rusak parah.

“Ada 1 KCU, 2 KCP, 1 kantor kas, dan 34 ATM yang mengalami gangguan,” kata Jahja ketika dihubungi oleh Infobank.

Dirinya berharap, musibah tersebut dapat segera selesai dan segera pulih guna terus memajukan perekonomian daerah Palu dan Sulawesi Tengah secara keseluruhan. (*)

Suheriadi

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

8 mins ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

38 mins ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

1 hour ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

2 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

2 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

3 hours ago