Ilustrasi: Gedung kantor BCA/istimewa
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberikan kisi-kisi terkait pembagian dividen interim yang akan cair di akhir 2025.
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir BCA selalu membagikan dividen interim pada Desember.
Vera menyebutkan, BCA konsiten membagikan dividen dengan payout ratio di kisaran 86 persen dari total laba bersih setiap tahunnya.
“Dalam beberapa tahun terakhir ini memang kita selalu memberikan dividen interim sebelum akhir tahun. Berapa dividend payout ratio sampai dengan tahun lalu dividen kita ada di kisaran 68 persen, jadi cukup tinggi untuk industri perbankan,” ujar Vera dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2025, Senin, 20 Oktober 2025.
Baca juga: BCA Mau Buyback Saham, Segini Nilainya
Sebelumnya, BCA terus berkomitmen untuk memberikan dividen yang meningkat setiap tahunnya. Hal ini tentunya mempertimbangkan aspek dari keseimbangan permodalan, hingga manajemen risiko perseroan.
“Pembagian dividen setiap tahunnya ini tentu saja mempertimbangkan berbagai aspek ya, antara lain, yaitu satu, keseimbangan atas kebutuhan aspek permodalan, penyaluran kredit dalam hal ini dan juga kepentingan daripada para shareholder kita, serta mempertimbangkan aspek daripada manajemen risiko atau CAR kita,” ujar Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih dalam konferensi pers Pubex, Kamis, 11 September 2025.
Jhon menyebut, secara historis dari tahun ke tahun besaran dividen BCA terus mengalami peningkatan. Dia menjelaskan BCA pun memberikan dividen interim kepada pemegang saham agar dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan reinvestasi di dalam saham BCA.
“Di BCA sendiri pembagian dividen itu ada pembagian dividen secara interim. Jadi cash flow-nya bisa dipakai oleh para investor untuk melakukan re-investasi lagi mungkin di dalam saham BCA,” pungkasnya.
Baca juga: Bos BCA Angkat Bicara soal Nasib IPO Anak Usaha BCA Digital
Sebagai catatan, BCA membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp37 triliun atau Rp300 per lembar saham, naik 11,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total dividen tersebut, Rp50 per lembar dibayarkan sebagai dividen interim. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More