BCA Selenggarakan Kuliah Umum Perkembangan Teknologi Era Digital
Bandung – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senantiasa berkomitmen dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Komitmen BCA ini diimplementasikan dengan memberikan pembekalan melalui Kuliah Umum kepada 600 mahasiswa Universitas Padjadjaran dengan tema “Perkembangan Teknologi Informasi Indonesia di Era Digital” pada Jumat (16/03).
Kuliah Umum yang dibuka oleh Rektor Universitas Padjajaran (UNPAD) Tri Hanggono Achmad ini menghadirkan Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono sebagai pembicara. Turut hadir dalam acara ini, Kepala KCU Bandung Rudy Kurniawan, Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Rizali Zakaria, Direktur Kerja Sama dan Korporasi Akademik Budi Setiabudiawan, Direktur Pendidikan dan Kemahasiswaan Wawan Hermawan, serta Manajemen BCA dan Dekan Universitas Padjajaran.
Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono menjelaskan berbagai pengalaman kepada mahasiswa bagaimana teknologi dapat mempermudah hampir seluruh pemenuhan kebutuhan masyarakat di berbagai bidang, seperti transportasi, kuliner, perbelanjaan, pengiriman barang, hingga transaksi perbankan.
Untuk itulah, BCA selalu berupaya mengikuti perkembangan teknologi yang diselaraskan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Seperti BCA yang menawarkan beragam solusi tepat melalui aplikasi digital, Virtual Assistant Chat Banking (VIRA), Application Program Interface (API), e-Branch dan lain sebagainya.
Baca juga: BCA Raih Penghargaan Wajib Pajak
“Perkembangan teknologi dan perkembangan kebutuhan nasabah boleh dibilang memiliki perbandingan yang lurus. Begitu ada teknologi baru, pasti kebutuhan masyarakat juga ikut menyesuaikan. Jika suatu institusi tidak bergerak mengikuti perkembangan yang ada, cukup sulit memenangkan kompetisi,” tambah Armand melalui keterangan resminya, Jumat 16 Maret 2018.
Dirinya menjelaskan, setiap tahunnya perkembangan teknologi informasi mengalami perubahan, baik dari sisi pengguna maupun penggagas inovasi teknologi. Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa nilai indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (IP-TIK) di Indonesia masih berada di bawah negara lain di Asia Tenggara.
International Telecommunication Union (ITU) menyatakan bahwa pada 2016, Indonesia berada di urutan 111 dari 176 negara dengan indeks sebesar 4,34. Oleh sebab itu, setiap pihak khususnya generasi muda Indonesia harus ‘melek’ teknologi agar siap menghadapi era digital yang semakin deras dengan inovasi terbaru.
Selain mengisi kuliah umum, BCA juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Universitas Padjadjaran terkait kerjasama tentang pemberian bantuan di bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penandatanganan ini dilakukan oleh Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono dan Rektor Universitas Padjajaran (UNPAD) Tri Hanggono Achmad.(*)
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More